Thu. Mar 4th, 2021

Allah Menerima Taubat Hambanya Dalam Segala Keadaan

1 min read

وعن أبي موسَى عبدِ اللهِ بنِ قَيسٍ الأشْعريِّ – رضي الله عنه – عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «إنَّ الله تَعَالَى يَبْسُطُ يَدَهُ بالليلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، ويَبْسُطُ يَدَهُ بالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِها». رواه مسلم.

Dari Abu Musa ‘Abdillah bin Qais al-Asy’ari Radhiallahu’ Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan pada siang hari. Dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan pada malam hari sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya.” [HR. Muslim]

Faidah / Kandungan Hadist

  1. Penetapan sifat tangan bagi Allah bahwasannya Dia memiliki dua tangan yang sesuai dengan keangungan dan kesempurnaan-Nya, hanya Dia yang mengetahui sifat dan betuknya. Oleh karena itu, kita harus mengimaninya dan tidak perlu menanyakan bagaimana sifatnya, sebagaimanayang menjadi madzhab para ulama Salafush Shalih.
  2. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.
  3. Diantara syarat diterimanya taubat adalah harus dilakukan pada waktu yang masih memungkinkan, yaitu sebelum matahari terbit dari barat (tempat terbenamnya) yang merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat.

Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *