Sat. Dec 13th, 2025

Berlindung Dari Kefakiran Yang Membuat Lupa Dari Allah

1 min read

Berkata Asy-Syaikh Munir As-Sa’di hafizhahullah dalam khutbahnya,

“Sesungguhnya kefakiran termasuk musibah yang Allah ta’ala takdirkan menimpa seseorang tertentu, atau suatu keluarga, atau suatu masyarakat.

Kefakiran memiliki dampak buruk apabila keimanan hilang atau dorongan agama melemah. Sehingga seseorang bisa saja keluar dari agamanya di sebabkan kefakirannya. Oleh sebab itu, misi-misi kristenisasi sering mengeksploitasi bangsa-bangsa yang sedang dilanda kefakiran parah.

Mereka memanfaatkan kondisi miskin dan serba kekurangan untuk menyebarkan agama Nasrani. Hingga sebagian orang masuk ke dalam agama Nasrani hanya demi uang, supaya bisa menutupi kefakiran dan kebutuhannya.

Demikian juga, sebagian orang mungkin terjerumus dalam perbuatan syirik dan kufur hanya karena ingin mendapatkan satu hidangan makanan. Sebagaimana yang terjadi pada sebagian acara ziarah syirik, seperti ziarah ke makam Al-‘Aydrus atau ziarah ke kubur Nabi Hud.

Ada orang yang mengaku fakir, tidak punya makanan, lalu pergi ke acara-acara ziarah syirik itu untuk ikut makan siang. Sebab di sana disembelih hewan kurban dan dihamburkan jutaan (uang) demi acara tersebut. Maka ia pun ikut serta dalam kesyirikan mereka dan terlibat dalam perbuatan dosa terbesar di sisi Allah ta’ala, yaitu memalingkan ibadah kepada selain Allah.

Mungkin ia berdoa kepada penghuni kubur, mungkin ia thawaf di sekeliling kubur dengan tujuan mendekatkan diri kepadanya, mungkin ia rukuk atau sujud kepada penghuni kubur, atau mencari berkah dari kubur. Intinya, semuanya dia lakukan demi mendapatkan sepiring makanan.”

Semoga bermanfaat, Barakallahu fiikum

📝 Faidah dari: Asy-Syaikh Munir As-Sa’di hafizhahullah

🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *