Dakwah Tauhid Memecah Belah Manusia yang Ahli Tauhid dengan yang Lainnya

Share Yuk!!!

Sumber gambar: Pixabay

Oleh : Ustadz Farhan Abu Furaihan

Bukanlah persatuan tatkala manusia saling mentolerir atas kesyirikan, dan perselisihan yang paling besar, yang paling parah, yang paling dimurkai oleh Allah adalah perselisihan aqidah, adalah perselisihan kesyirikan. Allah katakan mereka berselisih dalam keadaan mereka bersepakat, bersatu padu, satu kalimat untuk menjadikan gambar-gambar orang soleh tadi sebagai sumber berkah, perantara antara mereka dengan Allah dalam beribadah. Sepakat mereka satu kalimat, tapi tetap Allah katakan mereka berselisih.

Sehingga jangan termakan kalimat, “Kita jaga persatuan kita, jangan saling menyalahkan.”

Subhanallah, kalau sesuatu yang dilakukan salah menurut Allah dan rasul-Nya, kita benarkan? Kita lebih pandai dari Allah dan rasul-Nya? Jelas-jelas itu kesyirikan, itu adalah sesuatu yang Allah dan rasul-Nya katakan salah, kita katakan benar, tidak boleh kita salahkan, Allah dan rasul-Nya menyalahkannya, kita membenarkannya, kita lebih pandai dari Allah dan rasulnya? Keinginan kita lebih baik daripada keinginan Allah dan rasul-Nya? Inilah bahayanya ketika perasaan menjadi sumber hukum dan sumber suatu kesepakatan.

Allah katakan mereka berselisih padahal mereka satu kata untuk menyembah patung lima orang saleh tadi, tidak ada yang mengingkari. Kapan ada yang mengingkari? Tatkala Allah mengutus Nabi Nuh Alaihissalam. Ini menerangkan kepada kita bahwa syirik adalah sumber perselisihan, sumber perpecahan, dan bukanlah persatuan kalau saling membenarkan kesyirikan, aqidah yang menyimpang dari Islam.

13 tahun Nabi mensucikan bumi Allah di Mekah dari syirik sampai-sampai beliau terpaksa terusir karena mendakwahkan tauhid, karena memperingatkan bahayanya kesyirikan, dan meluruskan cara ibadahnya mereka. Sampai-sampai Malaikat Jibril turun menyatakan :

وَمُحَمَّدٌ فَرَّقَ بَيْنَ النَّاسِ

“Dan Muhammad ﷺ memecah-belah antara manusia.” (HR al-Bukhâri (6/2655 no. 6852) dari hadits Jabir bin Abdillah)

Maksudnya betul, beliau memecah belah. Artinya dengan diutusnya Nabi Muhammad, terpecahlah manusia menjadi ahli tauhid dengan ahli syirik, manusia yang beribadah dengan mengikuti sunnah beliau dengan manusia yang beribadah dengan mengikuti agama nenek moyangnya. maka kata Jibril Alaihissalam :

وَمُحَمَّدٌ فَرَّقَ بَيْنَ النَّاسِ

“Dan Muhammad ﷺ memecah-belah antara manusia.” (HR al-Bukhâri (6/2655 no. 6852) dari hadits Jabir bin Abdillah)

Kalau dakwah tauhid dan dakwah yang mengajak kepada sunnah nabi dikatakan memecah belah manusia, betul! Dakwah tauhid dan dakwah sunnah memang memecah belah manusia agar terbedakan mana manusia yang mentauhidkan Allah dan meninggalkan kesyirikan dengan orang-orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah, dan membedakan manusia yang beribadah mengikuti tata cara hawa nafsu yang dibuat-buat oleh manusia dan menyelisihi daripada tuntunan Rasulullah ﷺ.

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Farhan Abu Furaihan

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran

Share Yuk!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares