Wed. Aug 5th, 2020

Doa Berlindung dari Lilitan Hutang (1)

2 min read
Doa Berlindung dari Lilitan Hutang

Di antara Doa-Doa Rasulullah,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ
بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

“Abdullah bin ‘Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdoa dengan beberapa doa berikut: ‘Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari kebanyakan hutang, dikalahkan musuh dan kegemberiaan para musuh’.” (HR. Nasa’i)

Dari hadis ini ada tiga doa penting yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Doa yang pertama mengenai perkara hutang. Menarik untuk dicermati, di sini Rasulullah pertama sekali menyebutkan,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang”

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin berkata bahwasanya Rasulullah tidak mengatakan “berlindung dari hutang”, akan tetapi “berlindung dari lilitan atau kebanyakan hutang”, karena manusia adalah hamba Allah yang dalam keadaan lemah, yang saling membutuhkan sesamanya. Sekaya apa pun dia, pasti akan membutuhkan kepada manusia yang lain. Bahkan beliau hingga wafatnya, baju besi beliau masih tergadaikan kepada orang Yahudi.

Berikutnya doa yang kedua,

وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ

“Dan dari dikalahkan musuh”

Beliau juga berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari dikuasai oleh musuh.

Terakhir atau doa yang ketiga,

وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

“Dan dari kegemberiaan para musuh.”

Beliau juga berlindung kepada Allah ta’ala dari menjadikan gembiranya musuh. Terkadang secara tidak sadar banyak dari tindakan-tindakan yang kita lakukan membuat musuh gembira. Misalanya saling sikat-menyikat hanya karena perbedaan pendapat sehingga musuh-musuh Islam bergembira.

Makanya, ketika Nabi Harun alaihissalam dipegang jenggot beliau oleh Nabi Musa alaihissalam, beliau berkata,

قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ

“Harun berkata, ‘Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku’.” (QS. al-A’raf [7]: 150)

Ketika Nabi Musa menyakiti Nabi Harun, itu akan menjadikan musuh-musuh mereka gembira. Maka ini yang hendaknya senantiasa kita memohon dan berlindung kepada Allah agar jangan sampai ada tindakan ataupun langkah-langkah atau perbuatan yang kita lakukan menjadikan musuh-musuh Islam itu gembira.

(Faedah dari kajian oleh Ustadz Adam Abu Rifki)


Lihat faedah ilmiah lainnya:

Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh

Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening 49.71.80.00.04
(An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *