Tue. Dec 10th, 2019

Hukum Seorang Wanita Menonton Ceramah Para Ustadz

3 min read
Hukum Seorang Wanita Menonton Ceramah Para Ustadz
Hukum Seorang Wanita Menonton Ceramah Para Ustadz

Pemateri : Syaikh Prof. Dr. Adil bin Muhammad As-Subai’iy
Penterjemah : Ustadz Imam Abu Abdillah

Tanya:

Apa pendapat Syaikh tentang pendapat yang membolehkan seorang wanita menonton ceramah para ustadz dengan syarat melihat para ustadz tersebut tanpa disertai dengan syahwat baik itu melalui televisi atau pun secara langsung? Sekian ya Syaikh, mohon penjelasannya.

Jawab:

Allah ﷻ telah berfirman di dalam ayat-Nya :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصٰرِهِمْ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya.” (QS. An-Nur [24] : 30)

Juga Allah mengatakan dalam ayat yang lain :

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya.” (QS. An-Nur [24] : 31)

Perintah pada ayat tersebut untuk laki-laki dan perempuan. Adapun laki-laki, Allah ﷻ tidak mengizinkan kepada lelaki untuk melihat wanita lawan jenis yang bukan mahram, kecuali pandangan pertama, pandangan yang cepat, pandangan yang tidak disengaja, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ali bin Abi Thalib di mana Rasulullah ﷺ mengatakan :

يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ

“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)” (HR Abu Dawud no 2149 (Kitabun Nikah), At-Tirmidzi no 2777 (Kitabul Adab), dan berkata At-Tirmidzi, Hasan Gharib. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’ no 7953)

Maksudnya adalah pandangan yang tiba-tiba dan tidak sengaja, dan pandangan pertama secara tiba-tiba adalah sesuatu yang diizinkan oleh Rasulullah ﷺ kepada lelaki. Adapun kalau dia melihat kepada wanita tersebut dengan terus-menerus, maka ini adalah fitnah dan ini dilarang. Oleh karena itu perlu diketahui bahwa lelaki itu adalah makhluk yang sangat mudah terjatuh ke dalam fitnah. Oleh karena itu wanita disuruh oleh Allah ﷻ menutup hijab, sedangkan lelaki tidak disuruh oleh Allah ﷻ untuk menutup hijab.

Adapun untuk wanita, boleh bagi mereka untuk melihat kepada lelaki secara umum, bukan dengan melihat dengan bentuk memperhatikan keadaan lelaki tersebut, apakah kepada ketampanannya dan lain sebagainya. Seorang wanita seandainya dia melihat kepada lawan jenis yang berujung kepada pandangan dengan penuh perhatian atau pandangan terhadap ketampanannya, ataukah dia terkesima olehnya, maka ini adalah sesuatu yang terlarang dan wajib bagi dia untuk menundukkan pandangannya. Oleh karena itu seorang wanita boleh bagi dia untuk mendengar dan melihat kajian-kajian para ulama baik di televisi atau yang semisalnya, tidak jadi masalah secara asal. Namun seandainya ini berujung kepada pandangan yang penuh perhatian, pandangan yang disertai dengan syahwat, pandangan yang menimbulkan fitnah, ini menjadi tidak boleh. dan betapa banyak para wanita terjatuh dalam fitnah yang seperti ini, mereka terkukung atau mereka terikat dengan kecintaan sepihak mereka dengan para ulama sampai akhirnya mereka tersiksa dengan kecintaan tersebut dan dia tidak mendapatkan obat dari kecintaan-kecintaan maksiat tersebut. Maka aku ingatkan sekali lagi kepada para muslimah untuk memperhatikan hal tersebut.

Semoga Allah ﷻ memberikan kepada hidayah kepada kita semua dan semoga Allah memberikan shalawat kepada Rasulullah ﷺ, kepada sahabatnya, keluarganya dan orang yang mengikutinya hingga akhir zaman.

Lihat Artikel Lain:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *