Fri. Feb 23rd, 2024

Hukum Tertinggal Shalat ‘Isya Karena Ketiduran

1 min read

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya jika tertidur sebelum shalat ‘Isya dan baru terbangun di waktu Subuh? Bagaimana cara mengganti shalat tersebut?

Jawaban:

Hukum dalam hal ini sama seperti orang yang lupa. Lupa adalah sesuatu yang tidak disadari sebagaimana orang tertidur juga berada dalam kondisi yang tidak sadar. Maka orang yang tertidur tersebut hendaknya shalat kapan pun ia ingat atau terbangun. Seandainya ketika terbangun masih ada kesempatan baginya melaksanakan shalat ‘Isya, maka ia melaksanakan shalat ‘Isya terlebih dahulu. Tapi kalau seandainya ia sudah terlambat dan langsung berangkat ke masjid untuk menghadiri shalat Subuh, maka ia ikut berjama’ah Subuh dengan imam dan berniat shalat ‘Isya, ketika imam telah salam pada rakaat yang kedua, ia berdiri untuk menambah dua rakaat lagi hingga salam baru kemudian melanjutkan dengan shalat Subuh. Karena waktu shalat itu telah ditentukan dan shalat ‘Isya itu lebih didahulukan daripada shalat Subuh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

“Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.” (QS. An-Nisā’  [4] : 103)

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *