Mon. Nov 29th, 2021

Islam Agama Toleransi

1 min read

Dari Muadz Radhi Radhiyallahu anhu , ia berkata : ” Kami keluar bersama
Rasulullah pada perang Tabuk. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam shalat zhuhur dan ashar dengn cara jamak, dan juga shalat maghrib dan isya dengan cara jamak “. [Shahih Muslim]

Faidah / Kandungan Hadist :

  1. Hadits ini menunjukkah hukum bolehnya menjamak shalat dzuhur dengan ashar dan shalat maghrib dengan shalat isya, baik jamak takdim maupum jamak ta’khir.
  2. Islam adalah agama mudah dan toleransi serta menghilangkan ganjalan dan kesulitan, oleh karena itu, hukum menjamak shalat disyariatkan untuk memudahkan umat.
  3. Tidak ada kontradiksi antara hadits ini dengan firman Allah. ” Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [QS. An-Nisa : 34]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *