Sat. Dec 7th, 2019

Islam Telah Sempurna, Tidak Perlu Ditambah ataupun Dikurangi

2 min read
“Hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” Jadi, apa saja yang pada hari ini bukan sebagai agama, maka tidaklah hari ini dia menjadi agama.” (Lihat kitab Al ‘Itisham, 1/49)
“Hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” Jadi, apa saja yang pada hari ini bukan sebagai agama, maka tidaklah hari ini dia menjadi agama.” (Lihat kitab Al ‘Itisham, 1/49)


Oleh : Ustadz Tanthawi Abu Muhammad

Ada perkara penting yang harus kita ketahui sebelumnya, yang harus kita ketahui yang paling pertama dan harus kita yakini bahwasanya Islam adalah agama yang telah sempurna.

Islam adalah agama yang telah sempurna. Sempurna syariatnya tersebut, tidak ada kekurangan padanya sehingga tidak perlu untuk kita menambah-nambah ataupun mengurang-ngurangi, apalagi ketika menambah tersebut, seseorang berucap dengan suatu ucapan yang tidak pernah datang dari Allah ﷻ dan rasul-Nya.

Nabi ﷺ, ketika beliau berkhotbah di hadapan kaum muslimin di haji wada’, di hari Arafah, beliau ﷺ berbicara di hadapan para sahabat. Kata Rasulullah ﷺ,

أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ؟

“Bukankah aku telah sampaikan kepada kalian semuanya?”

Pada waktu itu para sahabat menjawab,

نَعَمْ

“Tentu wahai Rasulullah!”

Kemudian nabi ﷺ mengatakan :

اللَّهُمَّ اشْهَدْ

“Ya Allah persaksikanlah!” (Muttafaqun ‘alaih)

Sehingga Allah ﷻ menurunkan ayat-Nya :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلٰمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah [5] : 3)

Sehingga kita harus meyakini seyakin-yakinnya bahwasanya agama Islam itu adalah agama yang telah sempurna, semuanya telah dibawa oleh Nabi ﷺ. Jangankan permasalahan yang besar, yang kecil sekalipun sudah diingatkan.

Para sahabat ridhwanullah ‘alaihim menceritakan tentang bagaimana Rasulullah ﷺ tersebut, mereka menceritakan bahwasannya tidaklah ada seekor burung yang melintas di hadapan mereka kecuali Nabi ﷺ ajarkan ilmunya tentang perkara tersebut.

Jangankan urusan yang besar, perkara di dalam seseorang membasuh kemaluannya ketika setelah buang hajat, semuanya telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Sehingga kata Imam Malik bin Anas rahimahullahu Ta’ala di dalam salah satu ucapan beliau :

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة ، فقد زعم أن محمدا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خان الرسالة

“Barangsiapa yang berbuat bid’ah di dalam agama islam yang ia anggap sebagai bid’ah hasanah, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad ﷺ telah mengkhianati risalah.” (Lihat kitab Al ‘Itisham, 1/49)

Seakan-akan ada disana syariat yang tidak disampaikan oleh nabi, seakan-akan disana ada ilmu baik Al-Qur’an maupun dari sunnah-sunnah beliau yang disembunyikan dan tidak disampaikan oleh Rasulullah ﷺ. Sampai Al Imam Malik berkata dengan ucapan seperti itu. kemudian al-imam Malik membawa dalil :

لأن الله يقول : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } فما لم يكن يومئذ دينا ، فلا يكون اليوم دينا

“Karena Allah Ta’ala berfirman: “Hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” Jadi, apa saja yang pada hari ini bukan sebagai agama, maka tidaklah hari ini dia menjadi agama.” (Lihat kitab Al ‘Itisham, 1/49)

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Tanthawi Abu Muhammad

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *