Mon. Apr 15th, 2024

Janji Allah Untuk Hamba Yang Seperti Ini, Apakah Kita Termasuk?

2 min read

Allah Subhanahu wa Ta’ala tutupi kefakiran yang ada pada diri kita tatkala kehidupan ini kita fokuskan di dalam pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam hadis qudsi:

يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لا تَفْعَلْ مَلأتُ يَدَكَ شُغْلا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

“Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)” (Al-Musnad, no 8681, 16/284 ; Jami’ut Tirmidzi, Abwabul Shifatil Qiyamah, Bab no. 2584, 7/140 dan lafazh ini miliknya ; Sunan Ibni Majah, Abwabuz Zuhd, Al-Hammu bid Dunya, no. 4159, 2/408 ; Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain, Kitabut Tafsir, 2/443. Imam At-Tirmidzi berkata, Hadits ini hasan gharib (Jami’ut Tirmidzi, 7/141). Imam Al-Hakim berkata, Ini adalah hadits yang sanadnya shahih, tetapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. (Al-Mustadrak 2/443). Dan in disepakati oleh Adz-Dzahabi (Lihat, At-Talkhish, 2/443). Syaikh Al-Albani berkata, Shahih [Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/300 ; Shahih Sunan Ibni Majah, 2/393])

Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kecukupan kepada seorang hamba, maka tidak ada perbedaan antara dirinya dengan raja. Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sikap qana’ah kepada seorang hamba, maka dia akan merasakan nikmat di dalam kehidupan yang sesaat ini.

Inilah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seluruh hamba-Nya yang fokus beribadah dengan sempurna, fokus untuk senantiasa melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan semua yang Ia larang. Allah berjanji akan memenuhi dada mereka dengan kekayaan.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berikan kekayaan kepada seorang hamba, maka bagaimanapun kehidupannya, ia akan merasakan nikmat, dadanya dipenuhi dengan kekayaan, tidak pernah ada sikap hasad di dalam hatinya, ia akan senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua itu akan membantunya meyakini bahwa apa yang ada padanya merupakan pemberian (titipan) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pemateri : Ustadz Azhari Abu Abdirrahman حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *