Mon. Apr 15th, 2024

Kapan Seorang Anak Mulai Diperintahkan Shalat?

2 min read

Anak-anak kecil hendaknya diperintahkan shalat apabila telah berumur 7 tahun. Dalilnya sebagaimana yang datang dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud No. 495 dan Ahmad No. 6650, Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’u Ghalil, no. 247)

Hadits ini mengandung beberapa faedah, di ataranya:

1. Anak kecil diperintahkan shalat apabila telah berumur 7 tahun

Adapun sebelum berusia 7 tahun, belum wajib memerintahkan seorang anak untuk shalat. Akan tetapi, dianjurkan agar seorang anak sering diajak dan dibiasakan dengan shalat sebelum berusia 7 tahun, sebagaimana Nabi terkadang membawa Hasan dan Husein, begitu pula beliau pernah menggendong cucu beliau Umamah binti Zainab ketika shalat.

2. Anak kecil boleh dipukul apabila tidak shalat dengan syarat sudah berusia 10 tahun

Hal ini menegaskan bahwa seorang anak yang belum berusia 10 tahun tidak boleh dipukul untuk menyuruhnya shalat. Adapun pukulan yang dimaksud di dalam hadits ini adalah pukulan yang menjadi tarbiyah (pelajaran), bukan pelampiasan amarah yang dapat melukai. Sebagaimana Rasulullah mengizinkan seorang suami memukuli istrinya yang telah berbuat durhaka namun bukan di wajah, itu pun dengan pukulan sekadar dalam batas mendidik, dan Rasulullah sendiri pun tidak pernah memukul istri-istrinya.

Kemudian ulama juga menjelaskan apabila anak tersebut masih dapat mendengar perintah tanpa harus menggunakan pukulan, maka itu yang lebih utama. Karena hukum asal dalam tarbiyah adalah bersikap lemah lembut.

3. Memisahkan tempat tidur anak

Terkhusus pesan beliau yang terakhir ini, terjadi kesilangan pendapat di kalangan para ulama. Apakah waktu pemisahan tempat tidur ini dikaitkan pada pesan pertama ketika anak berumur 7 tahun, atau dikaitkan pada pesan yang kedua ketika anak telah berusia 10 tahun. Namun yang rajih adalah pendapat bahwa Nabi tidak menentukan umur secara spesifik, sehingga pesan ini bersifat umum dan dikembalikan kepada kondisi masing-masing anak. Karena perubahan seorang anak dapat dipengaruhi beragam faktor baik lingkungan, apa yang mereka lihat/tonton, maupun pergaulan mereka.

Wallahua’lam bishawwab.

Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ

Editor : Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *