Wed. Nov 25th, 2020

Keutamaan Bersedekah di Saat Sehat, Fakir dan Takut Fakir

1 min read

لرابع: عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: جاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: يَا رسولَ الله، أيُّ الصَّدَقَةِ أعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: «أنْ تَصَدَّقَ وَأَنتَ صَحيحٌ شَحيحٌ، تَخشَى الفَقرَ وتَأمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغتِ الحُلقُومَ قُلْتَ لِفُلان كذا ولِفُلانٍ كَذا، وقَدْ كَانَ لِفُلانٍ». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’ Anhu, ia berkata : “Ada seorang yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata : ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?’ Beliau menjawab : ‘Hendaklah engkau bersedekah ketika engkau dalam keadaan sehat, fakir, takut fakir, dan selalu mengharapkan kekayaan. Dan janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawa sudah berada di tenggorokanbaru kamu berucap: ‘Untuk si fulan sekian, dan di fulan sekalian,’ padahal ia (sedekah itu) sudah menjadi hak si fulan tersebut.'” [Muttafaq ‘Alaih]

Faidah / Kandungan Hadist

  1. Sedekah pada waktu sehat itu lebih utama daripada sedekah pada waktu sakit. Sebab, kekikiran itu pada umunya menguasai jiwa manusia ketika ia berada dalam keadaan sehat. Pada saat itu, syaitan tengah gencar menakut-nakutinya dari kemiskinan serta mengimingi dirinya dengan panjang umur dan kebutuhannya akan harta kekayaan. Jika dia berkenan dan mau mengeluarkan sedekah, maka hal itu menunjukkan kesungguhan niatnya dan besarnya kecintaan dia kepada Allah. Berbeda dengan keadaannya pada waktu sakit, pada saat itu dia cenderung melihat harta akan menjadi milik orang lain, sehingga sedekah pada saat itu memiliki nilai yang berkurang.
  2. Anjuran untuk segera berbuat kebaikan dan memberikan sedekah sebelum ajal tiba.

Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *