Kisah Umar Radhiallahu’anhu Menebang Pohon

Yuk Share
Sumber gambar: Unsplash

Oleh : Ustadz Harits Abu Naufal

Di zamannya Umar bin Khaththab itu ada sebuah pohon, pohon ini disebutkan oleh Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an.

لَّقَدْ رَضِىَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

“Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon.” (QS. Al-Fath [48] : 18)

Disebutkan di dalam Al-Qur’an pohon ini dijadikan oleh Rasulullah untuk membai’at sahabatnya yang dikenal dengan bai’atur ridwan.

Kalau seandainya pohon ini ada di daerah kita kira-kira bagaimana? Atau di Indonesia secara umum? Bisa bayangkan ya, tidak perlu saya lanjutkan. Silakan bayangkan kalau seandainya pohon yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an ada di tempat kita.

Di zamannya Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, orang-orang mulai mendatangi pohon tersebut. “Ini pohon dulu Rasulullah pernah berdiri di sini, Rasulullah pernah membai’at sahabat-sahabatnya di sini, pohon ini juga disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, pasti pohon ini memiliki kelebihan-kelebihan, pasti pohon ini memiliki keutamaan keutamaan yang tidak dimiliki oleh pohon-pohon yang lain.” Mulailah orang beri’tikaf di situ, mulai mereka berdiam diri di situ untuk mengambil berkah dari pohon yang Rasulullah pernah berdiri di tempat tersebut. Melihat fenomena yang seperti ini Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu kemudian menebang pohon ini sampai ke akar-akarnya untuk menjaga aqidah orang Islam, untuk menjaga hati muslimin pada waktu itu untuk terpaut hanya kepada Allah ﷻ dan tidak kepada selainnya. Apakah kemudian kita katakan Umar bin Khaththab ini Zionis Yahudi yang benci dengan Islam? menghilangkan situs sejarah? Menebang pohon yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an yang dulu Rasulullah pernah berdiri di situ? Ada yang berani mengatakan demikian?

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Harits Abu Naufal

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Yuk Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk Share
Yuk Share