Sat. Apr 4th, 2020

Mengajak Kebaikan Tidaklah Cukup

2 min read
Orang-orang musyrikin di zaman dahulu ketika mereka tawaf, dan mereka meyakini bahwasanya tawaf ini sebuah ibadah. Nah bagaimana ibadah tawaf mereka ini lebih berasa bentuk penyerahan dirinya kepada Allah, akhirnya mereka tawaf dalam keadaan telanjang supaya tidak satu pun tersisa di badan ini perkara-perkara yang menurut mereka tidak bermanfaat,
Orang-orang musyrikin di zaman dahulu ketika mereka tawaf, dan mereka meyakini bahwasanya tawaf ini sebuah ibadah. Nah bagaimana ibadah tawaf mereka ini lebih berasa bentuk penyerahan dirinya kepada Allah, akhirnya mereka tawaf dalam keadaan telanjang supaya tidak satu pun tersisa di badan ini perkara-perkara yang menurut mereka tidak bermanfaat,
Sumber gambar: Unsplash

Oleh : Ustadz Harits Abu Naufal

Dan dari sini kita bisa mengambil sebuah kaedah di dalam beragama, tidaklah sebuah niat yang baik itu akan menjadi baik sebuah amalan sampai amalan tersebut sesuai dengan apa yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Orang-orang musyrikin di zaman dahulu ketika mereka tawaf, dan mereka meyakini bahwasanya tawaf ini sebuah ibadah. Nah bagaimana ibadah tawaf mereka ini lebih berasa bentuk penyerahan dirinya kepada Allah, akhirnya mereka tawaf dalam keadaan telanjang supaya tidak satu pun tersisa di badan ini perkara-perkara yang menurut mereka tidak bermanfaat, ini kita harus sucikan hanya untuk Allah, jadi kita siap telanjang untuk Allah. Padahal ini perbuatan yang keji, perbuatan yang kotor, tawaf di tempat yang suci dengan cara telanjang.

Nah, Fir’aun ketika dia mengatakan :

أَنَا۠ رَبُّكُمُ الْأَعْلٰى

“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at [79] : 24)

Tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Bahkan iblis gurunya Firaun bersumpah di hadapan Allah ﷻ :

فَبِعِزَّتِكَ

“Demi kemuliaan-Mu.” (QS. Sad [38] : 82)

Tapi sesatnya Firaun dia mengaku dirinya sebagai Tuhan. Namun ketika dia mengajak seruan kekufurannya kepada pengikutnya, kepada umat pada waktu itu, dia mengatakan :

مَآ أُرِيكُمْ إِلَّا مَآ أَرٰى وَمَآ أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

“Aku hanya mengemukakan kepadamu apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar.” (QS. Ghafir [40] : 29)

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Harits Abu Naufal

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *