Mungkin Kita Kelihatan Sholeh Karena Pintarnya Kita Menutup Aib Kita

Yuk Share

Oleh : Ustadz Harits Abu Naufal

Hari ini mungkin karena pintarnya kita menutup banyaknya aib kita, tidak diketahui oleh satupun manusia, sehingga manusia menganggap kita orang sholeh, manusia menganggap kita orang taat, manusia menganggap kita memiliki ciri-ciri sebagai penghuni surga, karena pintarnya kita menutup aib-aib yang telah kita lakukan. Namun ingat! Semuanya itu akan diperlihatkan di hadapan Allah, dan Allah akan pertontonkan kepada seluruh manusia, dan seluruh manusia akan melihat apa yang kita lakukan di dunia ini. Ini sesuatu yang paling dikhawatirkan oleh Nabi ﷺ. Kalau seandainya Rasulullah mengkhawatirkan permasalahan ini saudara-saudaraku muslimin, dalam keadaan beliau ma’shum, bagaimana lagi dengan keadaan kita?

Perkara yang mubah, perkara yang boleh dilakukan oleh Nabi ﷺ, beliau menangis karena beliau takut nanti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ. Perkara yang mubah, bukan perkara yang haram, bukan perkara yang terlarang.

Ketika Rasulullah ﷺ di hidangkan kepada beliau beberapa butir kurma oleh Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu anhu, selesai Rasulullah makan buah kurma tadi, berlinang air mata Nabi Muhammad ﷺ, beliau menangis. Kemudian beliau berkata :

“Demi Allah, inilah nikmat yang akan dimintakan pertanggungjawaban Allah pada hari kiamat,”

Menangis Rasul karena takut akan dimintai pertanggungjawaban, “Wahai Muhammad! Aku telah memberikan kepadamu makanan, untuk apa engkau jadikan makanan dan rezeki yang Aku berikan kepadamu? Apakah engkau gunakan untuk taat kepada-Ku ataukah untuk bermaksiat kepada-Ku?” Ini yang ditakuti oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan setiap rezeki yang masuk ke dalam mulut beliau, beliau dapatkan dengan cara yang halal dan beliau gunakan untuk sujud dan rukuk di hadapan Allah ﷻ. sementara keadaan kita hari ini saudara-saudaraku Muslimin, nikmat yang Allah berikan kepada kita siang dan malam justru terkadang kita digunakan untuk bermaksiat kepada Allah dan kita masih bisa tertawa, kita masih bisa tersenyum, bahkan kita masih bisa terbahak-bahak, seakan-akan kita lebih suci dari Nabi Muhammad ﷺ, seakan-akan kunci surga sedang berada di tangan kita, seakan-akan kita lebih bersih dari Nabi Muhammad ﷺ. Kenapa ini bisa terjadi? Ini bisa terjadi dikarenakan jauhnya kita dari aqidah yang benar, ini bisa terjadi karena jauhnya kita dari ilmu, ini bisa terjadi karena tipisnya iman kita kepada yaumul akhir.

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Harits Abu Naufal

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Yuk Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk Share
Yuk Share