Sun. Jul 5th, 2020

Dijelaskan oleh para ulama bahwa para syaitan adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa meletakan permusuhan kepada para manusia kepada Bani Adam sampai datangnya yaumul qiyamah. Mereka akan terus berupaya menjerumuskan anak Adam ke dalam kesesatan dan kehancuran. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk banyak memohon perlindungan dari Allah azza wa jalla untuk senantiasa menjaga amalan sholeh, ketakwaan kita kepada Allah azza wa jalla, memperbanyak dzikrullah supaya kita terhindar dari tipudaya dan godaan setan.

Iblis ini memiliki dua sifat. Sifat iblis yang pertama dan  terus-menerus ada pada iblis adalah mereka senantiasa selalu berupaya mengganggu manusia dan menebarkan tipu daya. Mereka berupaya untuk menjatuhkan menjatuhkan Bani Adam dalam kemaksiatan kepada Allah azza wa jalla baik itu syirik ataupun dosa-dosa lainnya. Ini merupakan tipudaya para setan.

Berbagai upaya akan mereka lakukan, berbagai cara akan mereka jalankan agar Bani Adam terjatuh kedalam dosa dan kemaksiatan kepada Allah azza wa jalla. Ini merupakan sifat iblis yang pertama.

Kemudian yang kedua dijelaskan oleh para ulama di antara sifat-sifat iblis dan bala tentaranya adalah mereka memiliki sifat “khannas” yaitu berlepas diri dari manusia. Dijelaskan oleh para ulama bahwa syaitan akan berlepas diri dari manusia pada tiga keadaan. Keadaan pertama adalah ketika seorang hamba berupaya untuk melawan tipu daya dan waswas para setan tersebut dengan memperbanyak dzikrullah atau memperbanyak dzikir kepada Allah azza wa jalla, lalu seorang hamba yang menjaga dirinya nya dengan berdzikir kepada Allah, membaca doa-doa yang di ajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam seperti doa yang diajarkan oleh Rasulullah kepada abu bakar as Siddiq dan dan diajarkan kepada kita. Ia senantiasa berdzikir kepada Allah azza wa jalla baik pada pagi dan petang, siang dan malam bahkan ketika hendak tidur membaca doa tersebut. Maka setan akan berlepas diri dan akan lari dari manusia tersebut.

Dijelaskan oleh syaikhul Islam rahimahullahu ta’ala diantara bentuk berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah dengan memperbanyak membaca Alquran dan mempelajari makna dan isi kandungan Alquran tersebut.

Demikian, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah dan bisa terhindar dari godaan dan tipu daya iblis dan bala tentaranya. Aamiin. Barakallahufiikum

Ditranskrip dari Kajian
Ustadz Tanthawi Abu Muhammad

Oleh Tim Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *