Sun. Oct 25th, 2020

Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai

1 min read

Sebelum terjadi perceraian antara Ayah dan Ibu, sebagai seorang anak maka semaksimal mungkin untuk menjaga kedua orang tuanya agar tidak bercerai. Namun jika perceraian sudah terjadi, maka semaksimal mungkin si anak berusaha menyatukan kembali kedua orang tuanya.

Jika seandainya juga tidak bisa menyatukan kembali kedua orang tuanya, maka hendaknya dia menjaga lisan, tangan, serta hatinya untuk tidak menyakiti hati kedua orang tuanya. Seorang anak semaksimal mungkin untuk berbuat adil kepada kedua orangtuanya. Jangan dia menampakan keberpihakan dia kepada salah seorang dari keduanya, karena orang tua tetaplah orang tua meskipun sudah bercerai.

Tidak pernah ada istilah mantan anak. Tapi kalau mantan istri, betul. Si bapak ketika sudah bercerai dengan istrinya, ketika selesai masa ‘iddah maka sudah selesai tanggung jawabnya.

Namun anak ketika bercerai kedua orang tuanya, maka kewajiban berbuat baik masih terpikul di pundaknya.

Maka semaksimal mungkin jangan sampai seorang anak menjadi api di tengah-tengah kondisi yang terjadi diantara kedua orang tuanya, tetapi hendaknya dia menjadi penyejuk. Jangan mengambil ucapan ibunya yang buruk lalu disampaikan ke ayahnya, ini namanya membawa bola api.

Demikian juga jangan membawa ucapan buruk sang ayah kepada ibunya.

Ini adalah contoh orang yang membantu syaithan membuat manusia bermusuhan.

Hendaknya diperhatikan !
Minimal jika tidak mampu mendamaikan, maka diam dan terus berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

Membantu mereka, jika kita memberikan sesuatu kepada ibu maka kepada ayah pun demikian, sembari kita berdoa pada Allah.

Semoga bermanfaat

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *