Wed. Nov 25th, 2020

Sikap Seorang Hamba Yang Beriman Kepada Allah dan Hari Akhir

1 min read

وعنه: أن رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بالله وَاليَومِ الآخرِ، فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’ Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia tidak menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam”. [Muttafaq ‘alaih]

Faidah / Kandungan Hadist

  1. Mencelakakan tetangga, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan merupakan perbuatan yang jelas bertentangan dengan kesempurnaan iman serta bertolak belakang dengan sifat-sifat hamba Allah yang Maha Pemurah.
  2. Tamu itu mempunyai hak, oleh karena itu seorang muslim harus benar-benar menghormati (menjamu) tamunya, menampakkan wajah yang berseri-seri, dan memberi sambutan yang menyenangkan (menyiapkan makan, minum dan tempat baginya).
  3. Ucapan itu bisa baik dan bisa juga buruk. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengetahui kebaikan, maka hendaklah dia mengatakannya setelah berfikir dan mencermatinya.
  4. Diam itu lebih baik daripada berbicara yang tidak bermanfaat.
  5. Seorang hamba harus senantiasa memperhatikan lidahnya, karena tidaklah seseorang itu diseret dengan wajah tertelungkup ke tanah melainkan karena hasil (ucapan) dari lidah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *