Mon. Sep 28th, 2020

Stop Mem-Bully Yang Masih Jomblo, tapi..

1 min read

Kita tidak tahu apa penyebab saudara kita belum menikah.

Mungkin ada sesuatu hal yang kita tidak tahu.

Kalau seandainya dia menceritakan, bisa jadi dia memiliki alasan yang sangat kuat kenapa belum menikah.

Jadi, bukanlah sebuah cara yang baik ketika ada orang yang mem-bully para jomblo walaupun tujuannya baik.

Lebih baik kita memberikan dorongan dan kesemangatan dengan cara yang baik pula.

Kadang-kadang para jomblo ini setiap duduk, apalagi duduk bersama orang yang sudah menikah, selalu dia yang kena bully-an dan ejekan.

Ini bukanlah cara yang baik, karena kita harus menjaga perasaan saudara kita.

Harusnya kita memberikan solusi kepadanya.

Mungkin dia belum mau menikah karena hutangnya banyak belum terbayarkan atau orangtuanya punya hutang sehingga setiap penghasilannya ternyata harus diberikan ke orangtuanya.

Ada hal-hal yang terkadang sangat dimaklumi ketika kita mendengarkan alasan mereka.

Dalam arti kata, kita berusaha memberikan solusi kepadanya.

Jadi kalau seandainya memang, “Udah ya akhi, saya punya adik kandung, saya mau kasih untuk antum walaupun mungkin maharnya hanya satu perangkat alat shalat.”

Seperti ini kan keren, ada solusi.

Beda halnya dengan mem-bully ini dan itu lalu tidak ada solusi, ini bukanlah akhlak seorang muslim.

Allah ingatkan di dalam Al-Qur’an:

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,” [QS. Al-Humazah : 1]

Rasulullah ﷺ juga bersabda

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ

“Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat disisi Allah adalah orang yang ditinggalkan oleh masyarakat sebab buruknya lisan dan perbuatannya.” [HR. Muslim No. 2591]

Semoga bermanfaat

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *