Tue. Dec 10th, 2019

Sulitnya Membersihkan Tradisi

2 min read
"Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yagus, Ya'uq, dan Nasr." (QS. Nuh [71] : 23)
"Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yagus, Ya'uq, dan Nasr." (QS. Nuh [71] : 23)
Sumber gambar: Pixabay

Oleh: Ustadz Harits Abu Naufal

Memang saudara-saudaraku muslimin, mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan di tengah-tengah masyarakat adalah sesuatu yang berat dan konsekuensinya juga berat. Tidak hanya cemoohan, celaan dan makian, tapi juga terkadang akan mengenai fisiknya. Bagaimana kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam pada waktu itu, ketika Allah ﷻ mengatakan di dalam Al-Qur’anul Karim :

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

“Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr.” (QS. Nuh [71] : 23)

Ini adalah nama tuhan-tuhan yang disembah kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Kalau kita membaca kitab tafsir saudara-saudaraku muslimin dan muslimat, apa yang di nukilkan dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Abbas mengatakan bahwasanya Wadd, Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr adalah nama-nama orang-orang saleh, dan ketika orang-orang saleh ini meninggal, kemudian di generasi yang pertama mereka mengatakan, “Mari kita membuat gambar-gambar orang-orang saleh ini agar ketika kita melihat mereka akan memotivasi kita untuk beribadah, agar kalau kita melihat gambar mereka, kalau kita sedang lemah maka kita akan kembali bersemangat.” Ini tujuan mereka, untuk mencari kesemangatan, untuk memberikan motivasi, dengan melihat gambar-gambar orang-orang saleh tadi. Setelah generasi ini lewat, generasi yang kesekian kalinya, kemudian setan membisiki mereka bahwasanya nenek moyang mereka dahulu menyembah kepada gambar-gambar ini, maka di sembahlah kepada selain Allah ﷻ.

Ini sudah menjadi tradisi dan kebiasaan pada kaum Nabi Nuh pada waktu itu, kemudian Nabi Nuh ‘alaihissalam datang dengan risalah untuk mensucikan ibadah hanya kepada Allah dan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah ﷻ sehingga sangat sedikit dari orang-orang yang pada waktu itu yang mau menerima dakwahnya Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Harits Abu Naufal

Lihat faedah lain disini:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Dapatkan informasi dari Syiar Tauhid Aceh, melalui :

Facebook Page TV: STA TV
Facebook Page Radio: Radio
Youtube: Syiar Tauhid Aceh
Instagram: Syiar Tauhid Aceh
Telegram: Syiar Tauhid Aceh
Website: Syiar Tauhid Aceh
Grup Whatsapp: Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *