Nasab yang Dimiliki Tidak Berfaedah Kecuali Ketakwaan
1 min read
tidak pantas kita ini berbangga-bangga dengan nasab ataupun silsilah keturunan kita. Jangan! tidak ada faedahnya.

Oleh : Ustadz Tanthawi Abu Muhammad
Bangga dengan keturunan, bangga dengan nasabnya,
“Saya punya nasab (misalnya), ahlul baitnya nabi ﷺ. Saya punya silsilah keturunan ini, saya dari keturunan bangsawan.”
Bangga dengannya. Padahal ketika dia tidak memiliki amalan sholeh, tidak punya modal ketakwaan kepada Allah ﷻ, kata Nabi ﷺ :
وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
“Barangsiapa yang lamban amalnya, maka nasabnya tidak bisa mengejarnya” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah).
Ketika amalannya sedikit, amalnya lambat, tidak banyak, nasib yang ia miliki tersebut tidak akan memberikan faedah ataupun bisa membantunya di yaumul qiyamah, tidak akan.
Coba lihat Rasulullah ﷺ! Beliau ingatkan kepada putrinya Fathimah radhiyallahua’anha. Dingatkan oleh Nabi ﷺ kepada putrinya Fathimah. Ini anaknya Rasul! Beliau katakan :
يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا
Wahai Fathimah putri Muhammad, mintalah dari hartaku yang engkau kehendaki, aku tidak dapat menolak (siksaan) dari Allah terhadapmu sedikitpun’.” [HR Bukhari, no. 2753; Muslim, no. 206; dan lainnya]
Sehingga tidak pantas kita ini berbangga-bangga dengan nasab ataupun silsilah keturunan kita. Jangan! tidak ada faedahnya.
Ditranskrip oleh Tim Syiar Tauhid Aceh dari kajian Ustadz Tanthawi Abu Muhammad
Lihat faedah lain disini:
- Faktor Yang Menyebabkan Manusia Menjadi Kafir dan Meninggalkan Agama Mereka, Yaitu: Sikap Yang Berlebih-Lebihan Kepada Orang Shaleh
- Sulitnya Membersihkan Tradisi
- Pelajaran Berharga Dari Perang Hunain
- Punya Harta Seperti Qarun?
- Syubhat jangan merasa paling benar karena belum tentu salah
- Ghibah “Ibarat Memakan Bangkai Manusia”
- Sumpah Palsu
Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.
