Fri. Aug 14th, 2026

Inilah Orang Yang Menjadi Penyembah Harta

1 min read

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Ibadah tidak terbatas pada rukuk atau sujud, terkadang seorang dapat dikatakan menyembah selain Allah tanpa rukuk atau sujud kepadanya. Tetapi dengan ia lebih mencintai selain Allah daripada kecintaan kepada Allah, dan lebih memuliakan selain Allah daripada memuliakan Allah. Perkataannya lebih dia agungkan di hati daripada firman Allah.

Inilah sebabnya mengapa Nabi ﷺ bersabda:

تعس عبد الدينار، تعس عبد بالدرهم، تعس عبد الخميلة، تعس عبد الخميصة، إن أعطي رضي، وإن لم يعطَ سخط. تعس وانتكس، وإذا شئت فلا انتقش،

Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba kasur yang nyaman, celakalah hamba pakaian yang bagus. Jika diberi, ia ridha, dan jika tidak diberi, ia tidak ridha.Celakalah dia dan semoga dia tersungkur, dan jika dia tertusuk duri, maka dia tidak bisa mencabutnya.” [HR. Bukhari]

Nabi ﷺ  menjadikannya sebagai hambanya dunia, hambanya dirham, hambanya khamilah, dan khamishah. Yang dimaksud Khamilah disini adalah kasur tidur, dan Khamishah adalah kain yang bagus.

Meskipun orang-orang ini tidak menyembah dirham dan dinar, dan tidak rukuk atau bersujud kepada keduanya, tapi mereka lebih mengagungkan keduanya lebih daripada mengagungkan Allah Ta’ala.

Inilah yang diisyaratkan oleh firman Allah Ta’ala:

Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai sekutunya. Mereka mencintai keduanya sebagaimana mereka mencintai Allah. Tetapi orang-orang yang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah.

📑 Fatawa Nur ala Ad-Darbi kaset 296.

🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *