Segala Musibah Yang Melanda Merupakan Peringatan Dari Allah Agar Para Hamba Segera Bertaubat
1 min read
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahumullah
Tidak diragukan lagi bahwa maksiat-maksiat dan menjauh dari akidah Islam yang benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan, merupakan penyebab utama terjadinya petaka dan bencana yang menimpa umat Islam. Allah Ta’ala berfirman :
مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ.
“Kebaikan apa pun yang engkau peroleh, maka itu dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” [QS. An-Nisa 79]
Allah Ta’ala juga berfirman:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu maka adalah karena perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy-Syuura 30]
Allah Yang Agung, Maha Penyantun kepada para hambaNya, Maha Pengampun dan Penyayang, Dia mengirimkan tanda-tanda dan peringatan kepada manusia agar mereka kembali kepada-Nya dan agar Allah menerima taubat mereka.
Dan jika seorang hamba-Nya mendekat kepada-Nya sejauh satu hasta, maka Allah Yang Maha Suci akan mendekat kepada hamba-Nya sejauh satu depa. Hal ini karena Allah Taala itu sangat mencintai taubat dari hamba-Nya dan bergembira karenanya.
Allah itu Maha Tidak butuh kepada hamba-hamba-Nya. Ketaatan orang yang taat tidak bermanfaat bagi-Nya, dan kemaksiatan orang yang bermaksiat tidak merugikan-Nya.
Sebaliknya, Dia Maha Baik dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Dialah yang membimbing mereka untuk beramal saleh dan meninggalkan kemaksiatan.
Berbagai petaka dan musibah hanyalah peringatan bagi hamba-hamba-Nya agar mereka segera kembali kepada-Nya, dan sebagai ujian yang Dia ujikan kepada mereka.
📑 Majmu’ Al-Fatawa 4/134
🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh
