Memperbaiki Hati Adalah Suatu Perkara yang Penting
2 min read
Perhatikanlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lakukan pada hatimu wahai saudaraku yang aku cintai, apakah Dia memberikan hidayah kepadamu? Apakah engkau bersungguh-sungguh menggapai hidayah-Nya hingga Dia memberikan pakaian takwa kepadamu? Atau engkau juga menempuh jalan-jalan yang baik untukmu, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan langkahmu menjadi orang yang baik? Maka saudaraku sekalian di mana pun Anda berada, memperbaiki amalan hati adalah perkara yang penting.
Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat hati dan amalan perbuatan kita. Ketika kita memerhatikan amalan-amalan lahiriyah yang tampak, dan itu memang sesuatu yang diperintahkan oleh-Nya, namun sesungguhnya yang paling utama dan tidak kalah penting itu adalah memerhatikan tentang perkara batin. Oleh sebab itu di dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan tentang amalan qurban:
لَنْ يَّنالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ
“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.” (QS. Al-Ḥajj [22] : 37)
Jelas sekali bahwa yang Allah minta itu adalah amalan batin. Seseorang yang tampak sujud secara lahiriyah, bisa jadi sujudnya itu ditujukan kepada patung-patung atau bintang-bintang, karena yang membedakan sujud itu adalah niat yang ada di dalam hati, apakah diperuntukkan kepada Allah atau untuk selain-Nya.
Sebegitu pentingnya perkara amalan hati ini, sehingga terkadang suatu amalan bernilai berat di sisi Allah karena hati yang bersih, begitu pula suatu amalan dapat bernilai ringan karena hati yang tercemar. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits:
إنَّمَا الأعمال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)
Maka segala sesuatu itu tergantung keikhlasan hati, dan itu butuh dipelajari. Seorang muslim mesti belajar bagaimana memperbaiki hatinya, bagaimana agar dapat merasakan kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, hingga membuahkan hasil yang menjadikannya manusia yang tidak berbeda baik ketika berada di hadapan orang lain maupun ketika bersendirian, sebuah pertanda tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperbaiki hati hamba-Nya.
Pemateri : Ustadz Asqar Quraisy حَفِظَهُ اللهُ
