Mon. May 25th, 2026

Kriteria Makmum Ideal Di Belakang Imam Shalat

1 min read

Kriteria Makmum Ideal Di Belakang Imam Shalat

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah menerangkan terkait kriteria shaf pertama di bagian paling dekat dengan imam ketika shalat:

لِيَلِنِى مِنْكُمْ أُولُو الأحْلامِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُم

“Hendaklah yang berada di belakangku adalah orang-orang yang berilmu dan berakal kemudian setelahnya, kemudian setelahnya.” (HR Muslim)

Karena tatkala imam keliru membaca ayat-ayat Al-Qur’an, orang-orang berilmu dan punya hafalan Al-Qur’an yang bisa membenarkannya. Begitu pula ketika imam melakukan sesuatu yang mengharuskan dia sujud sahwi, maka orang yang memiliki ilmu di belakangnya yang dapat menegurnya.

Namun sayangnya, sering kita lihat di beberapa masjid ketika imam lupa ayat, makmum di belakangnya tidak ada yang mampu meluruskan, karena yang berada di belakang imam adalah orang-orang tua yang tidak mau mempersilakan anak-anak muda yang sebenarnya jauh lebih berilmu dan lebih banyak hafalannya. Demikian pula ketika imam semestinya diingatkan dengan kalimat “Subhanallah” karena lupa rakaat, kadang di belakangnya tidak ada yang mengingatkannya karena tidak memahami cara menegur imam. Apalagi jika imamnya batal, di belakangnya adalah orang-orang yang belum bagus bacaan Al-Qur’annya dan tidak tahu fiqih shalat ketika terjadi hal demikian, maka banyak terjadi keganjilan dikarenakan keawaman tersebut.

Oleh karenanya, hendaklah orang yang berdiri di belakang imam adalah sebagaimana yang disebutkan Nabi, haruslah orang yang lebih berilmu dibanding makmum yang lain, baik ia lebih muda atau lebih tua.

Wallahua’lam bishawwab

Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *