Tue. Apr 21st, 2026

Membalas Sebuah Kebaikan dengan Kebaikan

2 min read

الثاني عشر: عن أبي فِراسٍ ربيعةَ بنِ كعبٍ الأسلميِّ خادِمِ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – ومن أهلِ الصُّفَّةِ رضي الله عنه – قَالَ: كُنْتُ أبِيتُ مَعَ رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – فآتِيهِ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ، فَقَالَ: «سَلْنِي» فقُلْتُ: اسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ في الجَنَّةِ. فَقَالَ: «أَوَ غَيرَ ذلِكَ»؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ، قَالَ: «فأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ». رواه مسلم.

Dari Abu Firas Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami Radhiallahu’ Anhu , dia seorang pelayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan termasuk ahli shuffah, ia berkata : “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , kemudian aku membawa air wudhu’nya dan kebutuhan-kebutuhan beliau (yang lain). Lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : ‘Ajukanlah permintaan kepadaku.’ Maka kukatakan : ‘Aku memohon kepadamu agar dapat menemanimu di Surga.’ Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya : ‘Adakah permintaan lain selain itu?’ ‘Ya, cukup hanya itu saja,’ jawabku. Maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : ‘Bantulah aku untuk (memenuhi permintaan) mu itu dengan banyak mengerjakan sujud (shalat). ‘” [HR. Muslim]

Faidah / Kandungan Hadist

  1. Surga itu diperoleh dengan perjuangan jiwa untuk selalu berbuat taat dan menjauhi hawa nafsu, dan buka diperoleh hanya dengan angan-agan. Oleh karena tu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan petunjuk untuk mengerjakan hal-hal yang dapat meninggikan derajat. Sebab, orang-orang yang mengaktifkan diri mereka dengan penuh kesungguhan, aka memperoleh kedekatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Surga.
  2. Keinginan keras para Sahabat untuk memperoleh keberuntungan dengan menjadi pendamping Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Akhirat.
  3. Diperbolehkan membawakan air wudhu’ bagi orang yang sehat.
  4. Kegigihan dan kesungguhan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam memperbaiki dan mendidik para Sahabatnya. Beliau laksana seorang dokter yang selalu berusaha menyembuhkan mereka. Seorang dokter pun membutuhkan bantuan pasien dalam upaya penyembuhan tersebut, yaitu kedispinan pasien untuk mentaati apa yang di anjurkan dokter.
  5. Di dalam hadits di atas terdapat penjelasan mengenai realisasi ‘ubudiyyah.
  6. Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertujuan mancari keridhaan Allah dan menjadi pendamping beliau di Surga. Sebab, pandangan mereka tidak tertuju kepada dunia, tetapu tertuju kepada akhirat.
  7. Diantara kemuliaan akhlak adalah membalas orang yang berbuat baik kepada engkau. Jika tidak dapat memberi balasan kepadanya, maka ucapkan hal kepadanya : “Jazakallahu Khairan” Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada engkau. Barangsiapa yang melakukan hal tersebut, berarti dia telah memberikan pujian dan balasan yang sangat memadai.

Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *