Bersemangatlah Dalam Membantu Orang yang Kesusahan
2 min read
Teman-teman yang mungkin semangat menyebarkan dakwah, punya komunitas-komunitas kajian, ini semua termasuk hal yang positif, mulia dan agung. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti hanya sampai di situ. Selain berusaha menyentuh muslimin dari hatinya, kita juga perlu bersemangat menyentuh muslimin dari perutnya. Karena ketika perut manusia telah terisi, insyaallah hatinya akan lebih mudah disentuh. Termasuk metode dakwah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bukan hanya menjelaskan tentang perkara halal haram, tauhid dan syirik serta keutamaan ibadah, tapi Rasul juga menghasung para sahabatnya untuk memperhatikan perut orang yang kekurangan.
Di antara contoh penerapan hal tersebut adalah dengan berinfak di jalan Allah misalnya memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu anak yatim serta para penuntut ilmu, menolong orang sakit, menunaikan hajat orang yang sedang ditimpa kesulitan. Terlebih pada hari-hari dimana kehidupan manusia banyak ditimpa kesulitan ekonomi, hendaknya ada kepedulian terutama dari orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk dapat melihat ke kiri, kanan, depan dan belakangnya, agar dapat mengetahui kondisi orang-orang lemah di sekitarnya, harus ada rasa empati dan sikap sosial pada diri kita.
Bahkan di antara metode dakwah yang digunakan oleh Nabi adalah membagikan harta rampasan perang yang sangat banyak kepada sahabat yang ikut berperang meski di antara mereka terdapat pula yang kondisinya berkecukupan. Oleh karena itu, penyebaran dakwah bukan hanya tergantung di pundak sebagian manusia, akan tetapi kita semua punya tanggung jawab untuk mengajak manusia kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Di antara cara yang dapat ditempuh adalah dengan pergerakan-pergerakan sosial. Ahlussunah harus bergerak dan bersemangat mengambil bagian dalam hal ini. Ibnu Taimiyah -rahimahullah- menyebutkan bahwa Ahlussunnah itu adalah orang yang paling menyayangi manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat [49] : 10) Hal ini bermanfaat pula untuk menghilangkan pandangan eksklusif terhadap dakwah dan ini merupakan kesempatan emas untuk meraih hati manusia. Contohnya saja, ketika terjadi gempa bumi di suatu daerah, sebagian tim relawan datang membantu memasak makanan, membagi tas untuk anak-anak sekolah, ibu-ibu dibagikan jilbab. Lalu pihak desa menawarkan penceramah dari tim relawan untuk menyampaikan nasihat agama di masjid mereka, pihak desa kemudian mengumpulkan masyarakat untuk hadir dan mendengar ceramah di masjid. Subhanallah, dari sini tampak bahwa sebenarnya muslimin itu mencintai kebaikan, cinta pula kepada nabi dan sunnahnya, ingin masuk surga juga sebagaimana kita. Tetapi, butuh upaya agar kebaikan-kebaikan itu dapat masuk ke hati saudara-saudara kita. Di antara jalan yang paling ampuh adalah lewat jalan-jalan sosial. Oleh karena itu, marilah kita bergerak membantu saudara-saudara kita kaum muslimin yang tengah ditimpa kesulitan serta cobaan.
Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ
Editor : Team Syiar Tauhid Aceh
