Wed. Jun 3rd, 2026

Hakikat Seseorang Ketika Tertimpa Musibah

1 min read

Ketika tertimpa musibah, sebagian orang merasa Allah ‘Azza wa Jalla tidak cinta kepadanya, Allah ‘Azza wa Jalla marah kepadanya. Padahal semestinya, yang ada pada diri seseorang ketika tertimpa musibah, baik berupa penyakit maupun yang lainnya adalah prasangka baik kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan di dalam sebuah hadis:

من يُرِدِ الله به خيرا يُصِبْ مِنه

 “Siapa yang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan memberinya musibah.” (HR. Bukhari)

Karena sesungguhnya, Allah ‘Azza wa Jalla ingin melihat seorang hamba saat diberikan ujian, apakah termasuk orang yang beriman atau justru marah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.  Sehingga Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam juga menyebutkan:

إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)

Oleh karenanya, akan terlihat hakikat seseorang ketika tertimpa musibah.

Pemateri : Ustadz Syauqy Abu Khansa حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *