Allah Menerima Taubat Hambanya Dalam Segala Keadaan
1 min read
وعن أبي موسَى عبدِ اللهِ بنِ قَيسٍ الأشْعريِّ – رضي الله عنه – عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «إنَّ الله تَعَالَى يَبْسُطُ يَدَهُ بالليلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، ويَبْسُطُ يَدَهُ بالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِها». رواه مسلم.
Dari Abu Musa ‘Abdillah bin Qais al-Asy’ari Radhiallahu’ Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan pada siang hari. Dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan pada malam hari sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya.” [HR. Muslim]
Faidah / Kandungan Hadist
- Penetapan sifat tangan bagi Allah bahwasannya Dia memiliki dua tangan yang sesuai dengan keangungan dan kesempurnaan-Nya, hanya Dia yang mengetahui sifat dan betuknya. Oleh karena itu, kita harus mengimaninya dan tidak perlu menanyakan bagaimana sifatnya, sebagaimanayang menjadi madzhab para ulama Salafush Shalih.
- Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.
- Diantara syarat diterimanya taubat adalah harus dilakukan pada waktu yang masih memungkinkan, yaitu sebelum matahari terbit dari barat (tempat terbenamnya) yang merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat.
Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali
