Tue. Jul 27th, 2021

Bolehkah Mengajarkan Hafalan Qur’an Untuk Anak Sambil Bermain

2 min read

Tanya :

Bolehkah memperkuat hafalan anak-anak yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan memperdengarkan murattal sambil si anak bermain atau ketika ia sedang makan?

Jawab :

Dunia anak-anak adalah dunia yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Jadi tidak bisa anak-anak itu dibuat seperti orang dewasa, karena ini merupakan kekeliruan di dalam mendidik anak-anak.

Dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad ﷺ di antaranya disebutkan di dalam Shahih Muslim. Disebutkan bahwa ketika Rasulullah masih kecil, datang malaikat Jibril membersihkan hati Nabi ﷺ, ketika itu saat Rasulullah ﷺ sedang bermain. Beliau adalah calon pemimpin dunia, calon nabi dan rasul, namun ketika kecilnya beliau juga bermain.

Terkadang orangtua terobsesi punya anak yang hafal Al-Qur’an, anak harus begini dan begini, sehingga dia mendidik anaknya layaknya orang dewasa, bahkan di atas orang dewasa itu sendiri.

Anak mulai pagi hingga siang sekolah, pulang sekolah baca Al-Qur’an, dan sorenya les, di tambah malamnya baca Al-Qur’an, Setiap hari diporsir seperti itu. Tujuannya baik, tapi caranya yang keliru. Hal tersebut akan membuat anak-anak menjadi stress.

Jadi orang tua harus mempunyai taktik bagaimana anak itu senang dengan Al-Qur’an. Ketika dunia anak adalah dunia bermain, bukan juga dilepas bermain terus-menerus. Tapi bagaimana dunia bermain anak-anak itu dibarengi dengan belajar dan menghafal Al-Qur’an. Karena ada orang tua yang memang punya taktik agar anaknya itu bisa bermain kepada hal yang baik dan positif yang bisa menambah hafalan Al-Qur’an.

Sebagai orang tua juga jangan pula menganggap sepele dalam hal ini yaitu Jangan sampai anak-anak dikasih HP 24 jam. Orangtua terkadang tidak ingin repot, tidak ingin disibukkan dengan anak-anaknya. Kalau tidak ingin disibukkan dengan anak maka jangan punya anak. Untuk apa punya, anak kalau kemudian tidak diurus?

Maka tanggungjawab dari nikmat yang besar itu nanti juga besar di hadapan Allah ﷻ. Orangtua harus punya perhatian lebih kepada anak-anaknya, bagaimana anak-anaknya itu bisa senang dengan agama, kemudian disetting cara dia belajar, ada waktu dia bermain, ada waktu dia jalan-jalan, atau dengan jalan kemudahan apapun yang telah diberikan oleh Allah ﷻ.

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Ditranskrip oleh
Tim Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *