Thu. Jun 24th, 2021

Jangan Sebar Aib Saudaramu

2 min read

Di dalam surah An-Nur Allah berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.” [QS. An-Nur : 19]

Kata para ulama, bisa jadi dosa orang yang menyebarkan kesalahan saudaranya itu lebih besar daripada dosa orang yang melakukan kesalahan itu sendiri.

Misalnya ada orang berzina baik itu dari kalangan rakyat atau pejabat. Mungkin setelah berzina dia bertaubat, kemudian tersebar video perbuatan tersebut, kita share kemana-mana, sehingga Ada 1.000 orang yang menontonnya sebab dua jari-jemari kita, berapa ribu dosa yang harus kita tanggung? 5.000 orang mencaci-makinya sebab video yang kita share, 5.000 dosa orang yang harus kita tanggung setelah dosa kita sendiri.

Maka berhati-hatilah! Terutama di zaman media ini, orang terkadang nampak di masjid masyaallah, tapi ketika kita lihat apa yang dia share mengenai berita-berita, kalaupun itu benar tetap masuk ke dalam ayat ini (menyebarkan kesalahan seorang muslim), apalagi kalau itu belum tentu benar. Sedangkan Allah berfirman :

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” [QS. Qaf : 18]

Dari semenjak kita berumur baligh sampai meninggal dunia, seluruh kalimat yang keluar dari mulut kita akan dihisab dan dipertanggungjawabkan. Mungkin di dunia ini kita mempunyai kekuatan sehingga orang tidak mampu menghukum kita, kita kebal hukum, atau kita punya banyak jama’ah, sehingga mungkin pihak-pihak tertentu pun ingin memperkarakan kita pikir panjang. Tetap saja, setelah itu kemana kita sesudah mati? Apakah ada yang bisa kebal hukum? Ada yang bisa kebal malaikat maut? Bisa kebal azab di alam barzah yang sebagian penduduknya diperlihatkan kepada Nabi dalam keadaan perut mereka diisi kalajengking dan ular oleh Allah ﷻ?

Hal mengerikan di alam barzah tersebut diperlihatkan kepada nabi ketika beliau Mi’raj. Nabi terkejut melihat ada sebagian orang dalam kuburannya itu perutnya diisi kalajengking dan ular oleh Allah. Ketika Nabi bertanya kepada Jibril siapakah mereka, maka Jibril menjawab mereka adalah para pemakan riba, pemakan harta haram. Ini sebagai contoh. Demikian juga hisab, kalimat yang karena kita memiliki tahta atau jama’ah yang banyak, bisa kita berkata sesuka kita, mengeluarkan fatwa sesuka kita. Ingat bahwa semua itu dihisab! Dari semenjak umur kita baligh sampai mati, semua itu akan dihisab.

Mungkin kata yang kita ucap sejam yang lalu saja sudah kita lupakan, apalagi kata yang keluar seumur hidup. Begitu datang di hari kiamat, kata Allah:

لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Tidak tertinggal yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan telah tercatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” [QS. Al-Kahfi: 49]

ٱقْرَأْ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. [QS. Al-Isra : 14]

Subhanallah, kita datang dalam keadaan catatan amalan sudah penuh dengan ucapan dan perbuatan dari semenjak kita berumur baligh sampai mati. Menit ini, detik ini, kamu melakukan ini, di kamar sendirian! Ketika ini, di dalam ini, di tempat ini! Subhanallah, semua berada di dalam catatan tersebut.

Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *