Sun. Apr 19th, 2026

Sakinah, Mawaddah, Warahmah

2 min read

Jadikanlah pernikahan menuju apa yang diinginkan oleh Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena banyak sekali orang menikah di permukaan bumi di zaman kita sekarang ini yang tidak mengarah kepada apa yang diinginkan Nabi kita tercinta, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ketika kita kembalikan (hakikat pernikahan) kepada ajaran Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Nabi menyebut bahwa pernikahan itu adalah sunnahnya, mengisyaratkan perintah beliau agar kita melaksanakan pernikahan dalam rangka ketaatan kepada Allah dan ibadah kepada-Nya. Kepada mempelai laki-laki, jadikanlah rumah tangga Anda sebagai sarana ibadah kepada Allah. Kepada mempelai wanita, jadikanlah pernikahanmu sarana untuk ibadah kepada Allah, sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Demi Allah, kalau pernikahan hanya karena cinta, cinta memiliki masa pudar. Kalau cinta hanya karena ketampanan dan kecantikan pun tidak akan bertahan lama. Apatah lagi pernikahan hanya karena harta? Harta hanya sejenak dinikmati, setelah itu hilang nikmatnya. Akan tetapi kalau pernikahan untuk mendekatkan diri kepada Allah, pernikahan ini yang akan mampu mempertahankan apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu sakinah, mawaddah, warahmah.

Sakinah, mawaddah, warahmah adalah anugerah Allah. Allah mengatakan bahwasanya Allah yang menjadikan antara kalian ada cinta dan kasih sayang. Maka sakinah, mawaddah, warahmah, tidak semata-mata dihasilkan karena kita, namun ia adalah anugerah Allah. Hanya Allah yang bisa menetapkan di dalam hati perihal sakinah, mawaddah, warahmah, baik di dalam hati mempelai laki-laki atau mempelai wanita.

Para ulama mengingatkan bahwa apa yang diminta dari Allah tidak dapat diraih dengan cara apapun kecuali dengan taat kepada-Nya. Apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan cara-cara yang diinginkan dan diridai Allah. Ini menandakan bahwa sakinah, mawaddah, warahmah, hanya bisa dihasilkan manakala suami dan istri benar-benar menjadi pasangan untuk mencari rida Allah, berdua untuk menjalankan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan berdua untuk sama-sama bergandengan tangan ke surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pemateri : Ustadz Maududi Abdullah حَفِظَهُ اللهُ

Editor : Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *