Tiga Macam Manusia yang Kekal Dalam Api Neraka
1 min read
Ada 3 golongan manusia yang menjadi penghuni kekal neraka Allah Jalla wa ‘Alaa, yaitu:
1. Kafir Murni
Golongan pertama ini adalah mereka yang jelas-jelas kekafirannya, tidak pernah menyembunyikan kekufuran maupun memperlihatkan ke-Islamannya.
2. Kaum Munafik
Golongan ini adalah mereka yang kafir namun menyembunyikan kekafirannya dan memperlihatkan “kecintaannya” terhadap Islam. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) di tingkat paling bawah dari neraka.” (QS. An-Nisa [4] : 145)
Allah Jalla wa ‘Alaa juga berfirman tentang neraka:
اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
“…yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2] : 24)
3. Orang yang Mati Sebagai Musyrik
Mereka adalah orang yang sebelum meninggal pernah menjadi muslim, pernah bersyahadat dan salat 5 waktu. Akan tetapi, ketika wafat membawa dosa yang membatalkan Islam-nya dan ia belum bertaubat kepada Allah darinya. Misalkan ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosa pernah mengolok-olok Allah, rasul-Nya, para malaikat, agama, dan syariat-syariat Allah dalam keadaan ia mengetahui bahwa hal tersebut adalah syariat. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman mengenai hal ini:
قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ. لا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمۗ
“Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman.” (QS. At-Taubah [9] : 65-66)
Karenanya, batalnya Islam seseorang tidak mesti dengan diganti status agamanya di tanda pengenal, atau dengan mengumumkannya di hadapan khalayak. Walaupun ia masih mengaku muslim dan masih melaksanakan salat, di sisi Allah bisa jadi ia tercatat sebagai hamba yang kafir dan murtad selama ia belum bertaubat dari dosa-dosa yang membatalkan ke-Islamannya tersebut.
Maka ini 3 golongan manusia yang kekal dalam neraka Allah Jalla wa ‘Alaa.
Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ
