Wajibnya Mengikhlaskan Niat Dalam Berkurban
1 min read
Allah Taala berfirman :
{ لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ.
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Dia menundukkannya untuk kalian agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada kalian. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
[QS. Al-Hajj: 37]
✍️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Si’diy rahimahullah berkata :
ففي هذا حث وترغيب على الإخلاص في النحر، وأن يكون القصد وجه الله وحده، لا فخرا ولا رياء، ولا سمعة، ولا مجرد عادة،
“Dalam ayat ini, ada anjuran dan dorongan untuk ikhlas dalam berkurban. Hendaknya yang dituju adalah wajah Allah semata, bukan untuk kebanggaan, bukan riya’ (ingin dilihat), sum’ah (ingin didengar) dan bukan pula sekedar tradisi.
وهكذا سائر العبادات، إن لم يقترن بها الإخلاص وتقوى الله، كانت كالقشور الذي لا لب فيه، والجسد الذي لا روح فيه.
Demikian juga seluruh ibadah, jika tidak diiringi keikhlasan dan takwa kepada Allah, maka menjadi seperti kulit yang tiada isinya, seperti jasad yang tiada ruhnya.”
📚 Taisiiril Kariimir Rahmaan 538
🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh
