Sun. Apr 19th, 2026

Jangan Mencela Seseorang Karena Dosanya, Bisa Jadi Ia Lebih Baik Darimu Karena Taubat Tulusnya

1 min read

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

إن تعييرك لأخيك بذنبه أعظم إثما من ذنبه وأشد من معصيته لما فيه من صولة الطاعة، وتزكية النفس، وشكرها، والمناداة عليها بالبراءة من الذنب، وأن أخاك باء به، ولعل كسرته بذنبه، وما أحدث له من الذلة والخضوع، والإزراء على نفسه، والتخلص من مَرض الدعوى، والكبر والعجب، ووقوفه بين يدي الله ناكس الرأس، خاشع الطرف، منكسر القلب أنفع له، وخير من صولة طاعتك .

“Sesungguhnya celaanmu kepada saudaramu karena dosanya, itu lebih besar dosanya daripada dosa yang ia lakukan, dan lebih berat daripada maksiatnya.

Karena di dalam celaan itu terdapat kesombongan karena ketaatan, penyucian terhadap diri sendiri, rasa bangga terhadap amal, serta pengumuman bahwa dirimu bersih dari dosa, sedangkan saudaramu telah terjatuh ke dalamnya.

Padahal, bisa jadi patah hatinya karena dosa itu, rasa hina dan tunduk yang timbul dalam dirinya, celaan terhadap dirinya sendiri, serta terbebasnya ia dari penyakit mengaku suci, sombong, dan ujub, juga berdirinya ia di hadapan Allah dengan kepala tertunduk, pandangan merendah, dan hati yang hancur, semua itu lebih bermanfaat baginya dan lebih baik daripada kesombonganmu dengan ketaatanmu”.

📖 (Madarijus Salikin, 1/195)

📝 Faidah dari: Abul Hawari Luthfi hafizhahullah

🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *