Bisa Selamat Dari Kesulitan Besar Dengan Sebab Tauhid Dan Istighfar
1 min read
Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah
Seorang hamba membutuhkan dua perkara berikut ini:
Tauhid dan memohon ampunan. Inilah sebabnya mengapa Allah Ta’ala berfirman:
فَأَعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosa-dosamu dan dosa-dosa kaum mukminin dan mukminat.” [QS. Muhammad: 19]
Dalam Firman-Nya,
فَأَعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah” ini adalah Tauhid, dan pada Firman-Nya :
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
“Dan mohonlah ampunan atas dosa-dosamu.” Ini adalah istighfar. Dengan demikian, Allah memerintahkan keduanya: Tauhid dan istighfar (memohon ampunan).
Oleh karena itu, ketika Nabi Yunus alaihis salam jatuh ke dalam kesusahan dan kegelapan dalam perut ikan, beliau menyeru dengan dua hal : Tauhid Allah dan istighfar:
فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan ia (Nabi Yunus) menyeru dalam kegelapan (perut ikan), ‘Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau; Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.’” [QS. Al-Anbiya: 87]
Perkataannya, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau,” ini adalah Tauhid. Dan perkataannya : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zhalim.” Ini adalah istighfar mengakui akan dosanya.
Beliau meminta kepada Allah diselamatkan dari musibah ini, lalu Allah pun menyelamatkan beliau dengannya.
📑 Majaalis Syahri Ramadhan 122
🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh
