Thu. Jun 4th, 2026

Kepo Akhlak Tercela

1 min read

Asy-Syaikh Abdurrazzāq Al-Badr حفظه الله bertutur :

من أرڪان الأخـلاق : البُعد عن الفضـول ومـا لا يعنيـﮯ، قال -ﷺ-: «مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنَيْهِ».
والإنسـان الفضوليُّـﮯ لن يڪونَ ذا أدب وخُلُق؛ لأَنَّ فضولـہ وإقحـامَـہ لنفسـہ فيما لا يعنيـہ يُخرجـہ عن حيِّز الأدب، بخـلاف مَنْ ڪان بعيدًا عَنِ الفضـول بعيدًا عَنِ الـدُّخول فيما لا يعنيـہ فهـذا من سمات الأدب، بـل من أعمدتـہ.
ومعنـﮯ قولـہ ﷺ: «تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنَيْهِ» أي: بضابط الشَّر؏ لا بضـابط الهوى، وهـذا أمـر يُغفل عنـہ؛ لأنّ بعض النَّاس قد يوظِّف هـذا الحديث فيـﮯ غير بابـہ، مثل أن يُؤمـر بخيرٍ أو يُنهـﮯ عن منڪرٍ فيقول للآمـر النَّاهيـﮯ: «مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنَيْهِ»؛ وهـذا من سـوء الفهم للحديث، لأنَّ هـذا مِمَّا يعنيـﮯ المسلـم بضـابط الشَّر؏ بالحڪمـة واللِّين والأسلوب الحسن.

Di antara rukun-rukun akhlaq : Menjauhkan diri dari rasa ingin tahu { kepo }, dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Nabi -ﷺ- bersabda, “Di antara tanda baiknya Islam seseorang ialah, meninggalkan hal – hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Orang yang kepo tidak akan memiliki adab dan akhlaq, karena sesungguhnya rasa keingin tahuannya { kepo } dan nekat menceburkan dirinya pada hal-hal yang tidak bermanfa’at itu mengeluarkannya dari adab. Berbeda dengan orang-orang yang jauh dari rasa ingin tahu, dan jauh dari memasuki hal-hal yang bukan urusannya, maka { sifat } ini termasuk ciri adab bahkan termasuk tiangnya.

Dan makna lafadz sabda beliau ﷺ «Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya» yaitu, dengan kaidah yang syar’i, bukan dengan kaidah hawa nafsu, dan ini adalah perkara yang diabaikan, karena sebagian manusia terkadang mereka menempatkan hadits ini bukan pada babnya, seperti seseorang diperintahkan untuk melakukan kebaikan dan dilarang dari melakukan kemungkaran, maka dia mengatakan kepada orang yang memerintahkan dan melarang, “Di antara tanda baiknya Islam seseorang ialah, meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” Ini termasuk salah faham terhadap hadits tersebut, karena sesungguhnya hal ini termasuk urusan seorang muslim yang ia melakukannya dengan kaidah syar’i, bijaksana, kelembutan, dan dengan cara yang baik.

【 Kitab Ahāditsul Akhlaq oleh Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr, hal :18 】

Sungguh indah kalam hikmah :

نصف الراحة عدم مراقبة الآخرين
ونصف الأدب عدم التدخل فيما لا يعنيك
ونصف الحكمة الصمت

“Setengah ketentraman itu tidak sibuk memperhatikan orang lain, setengah adab itu tidak ikut campur dengan urusan yang tidak ada hubungannya denganmu, dan setengah hikmah adalah diam.”

🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *