Memuliakan Pemerintah Muslimin Adalah Perintah Syariat
2 min read
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Dan demikian pula para pemimpin negara kita juga mesti memuliakannya. Apabila dikatakan kepada seseorang, misalnya, pemerintah memerintahkan untuk melakukan begini dan begitu, maka ia akan berkata:
Tidak perlu taat kepadanya, karena ia memiliki cacat ini dan itu dan punya aib yang ini dan itu.
Maka aku katakan : Apabila ia punya cacat dalam begini dan begitu, maka dosanya dia sendiri yang menanggung nya. Dan engkau itu diperintahkan untuk mendengar dan menaatinya, sekalipun mereka minum khamer, sekalipun mereka bermain seruling dan lain-lain, selama kita tidak melihat kekafiran yang nyata yang kita memiliki bukti di sisi Allah.
Jika tidak demikian, maka menaati mereka adalah perkara wajib, sekalipun mereka berbuat maksiat, sekalipun mereka melampaui batas, sekalipun mereka zalim.
Dan sungguh Nabi ﷺ telah bersabda:
اسمع وأطع وإن ضرب ظهرك واخذ مالك،
“Kalian wajib mematuhi dan menaati penguasa, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu diambil.”
Beliau ﷺ juga bersabda kepada para sahabat, apabila menghadapi para penguasa yang lalai dalam menjalankan kewajibannya :
اسمعوا وأطيعوا فإنما عليكم ما حملتم وعليهم ما حملوا
“Tetap kalian mendengar dan taat kepada pemerintah, karena atas kalian tanggung jawab kalian dan atas mereka tanggung jawab mereka.”
Adapun mereka yang menuntut pemimpin kita harus baik seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, maka hal itu mustahil.
Kalau mau demikian, maka kita harus baik seperti rakyat pada masa itu, dan kita harus menjadi sahabat Rasulullah ﷺ atau seperti para sahabat beliau ﷺ, agar para penguasa menjadi seperti para khalifah rasyidin.
Adapun rakyat sekarang, sebagaimana kalian ketahui, kebanyakan manusia saat ini lalai dalam menjalankan kewajiban, banyak yang terjatuh dalam perkara haram, lalu mereka menginginkan Allah mengangkat khalifah yang shalih seperti khalifah rasyidin yang memimpin mereka? Ini mustahil.
Akan tetapi tugas kita adalah mendengar dan menaati pemerintah, meskipun mereka lalai dalam menjalankan kewajiban. Kelalaian mereka nanti mereka yang bertanggung jawab di hadapan Allah. Mereka yg bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawab mereka, dan kita bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawab kita.
📑 Syarh Riyadh ash-Shalihiin 2/268
🖊 Repost By Team Syiar Tauhid Aceh
