Hati-Hati Dalam Memilih Sekolah Untuk Anak
1 min read
Tujuan utama kita memberikan pendidikan kepada anak adalah agar ia menjadi hamba yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, memahami jalan-jalan yang dapat mengantarkan ia ke surga Allah dan menjauhkan dari neraka-Nya dan mengamalkannya.
Ayyub Ash-Sikhtiyani rahimahullahu Ta’ala, seorang ulama tabi’in mengatakan, “Tanda seorang anak itu akan selamat masa depannya adalah Allah memberi taufiq kepadanya untuk belajar kepada ‘alim Sunnah di saat ia masih kecil”, dan pendidikan yang disampaikan kepada anak kecil akan benar-benar menancap dan sulit dikeluarkan kembali darinya.
Jangan sampai seseorang berkata, “Insyaallah nanti setiap libur akan saya bersihkan akidah-akidah rusak yang diajarkan di sekolahnya tersebut.” Andaikata bisa. Bagaimana kalau ia wafat sebelum bersih dari akidah yang menyimpang tersebut?
Imam Syafi’i saja menyatakan, “Aku mati membawa seluruh dosa maksiat selain syirik, lebih baik daripada aku mati membawa penyimpangan filsafat di kepalaku.” Artinya, mati dengan membawa penyimpangan syubhat hasil dari akidah menyimpang adalah dosa yang sangat besar. Ini menggambarkan kepada kita bagaimana hati-hatinya ulama salaf dalam menuntut ilmu agama dan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Maka kewajiban orang tua adalah memberikan pendidikan yang sesuai dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dengan pemahaman para salaf untuk anak-anaknya. Karena pendidikan itulah yang akan mengantarkan anaknya ke surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Wallahua’lam bishawwab.
Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ
