Bermodal Anak Shalih Saja Tidak Cukup Membuatmu Masuk Ke Surga
1 min read
Suatu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memanggil darah dagingnya, putri tercintanya Fatimah radhiallahu’anha dan mengatakan:
يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِى مَا شِئْتِ مِنْ مَالِى لا أُغْنِى عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا
“Wahai Fatimah puteri Muhammad, mintalah padaku apa yang engkau mau dari hartaku, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah.” (HR. Bukhari no. 2753 dan Muslim no. 206)
Dalam riwayat yang lain nabi mengatakan:
يَا فَاطِمَةُ أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنْ النَّارِ فَإِنِّي لا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا
“Hai Fatimah! Selamatkanlah dirimu dari neraka, karena sesungguhnya aku tidak mempunyai daya sedikitpun untuk menolak ketentuan Allah kepada kalian.” (HR. Muslim)
Apabila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan penutup para nabi dan rasul berkata kepada darah dagingnya seperti itu, jelaslah bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksaan Allah melainkan dengan iman dan amal salih, senantiasa berusaha menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Karena Nabi Muhammad sendiri pun tidak akan mampu mencegah azab Allah apabila Allah telah berkehendak.
Subhanallah. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang akan menjadi pembuka pintu surga, penutup para nabi dan rasul, manusia yang paling dicintai oleh Allah, mengatakan kepada darah dagingnya sendiri sebagaimana yang telah disebut pada hadis di atas. Fatimah yang jelas merupakan darah daging nabi, dilarang beliau untuk bergantungan dengan kedudukan beliau sebagai ayahnya. Putri nabi pun masih tetap harus beramal kalau ingin masuk surga dan selamat dari neraka. Lalu bagaimana lagi orang-orang yang hidup lebih dari 1400 tahun setelah nabi, apakah hanya dengan mengandalkan ayahnya yang seorang pemuka agama maka boleh berleha-leha bermaksiat kepada Allah?
La haula wa la quwwata illa billah.
Nas’alullah salamatan wal ‘afiyah.
يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.
Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ
