Agar Tetap Istiqamah Ketika Menghadapi Ujian Dari Orang Terdekat
2 min read
Salah satu ujian terberat bagi orang yang ingin tulus meniti jalan kebenaran adalah yang datang dari keluarga. Akan tetapi, jangan terlalu sedih. Karena orang yang lebih tulus dari kita pun telah diuji dengan keluarganya pula, yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ujian awal berupa penentangan terhadap dakwah beliau justru datang dari paman beliau sendiri.
Namun, ada pelajaran yang dapat dipetik dari sikap Rasul. Pada waktu itu, Rasulullah tetap bersikap baik kepada orang terdekat yang menolak dakwahnya, tetap diberikan haknya sebagai kerabat. Namun di samping itu, Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam tetap menjalankan agamanya dalam kondisi kesabaran yang begitu tinggi.
Padahal Abu Lahab, paman Nabi, termasuk orang yang paling gencar menghalangi dakwah Nabi. Akan tetapi Rasul tidak gentar dan mundur. Bahkan Rasul tetap bersama dengan mereka karena mereka adalah keluarganya, seraya bersabar dan tetap menyebarkan dakwah ini bukan hanya lewat lisan, akan tetapi juga lewat sikap, dan sikap Nabi ini yang mampu meluluhkan hati banyak manusia sebab keindahannya. Hal ini yang membuat manusia pada waktu itu sangat mencintai dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.
Oleh sebab itu, hendaknya kita jadikan teladan dari Nabi ini sebagai jalan keluar. Kalau kita tidak dapat mendakwahi keluarga dengan lisan kita, maka dakwahkan mereka dengan sikap. Berikan mereka hadiah dan obrolan yang hangat. Hindari terlalu sering membicarakan perselisihan tiap kali bertemu dengan mereka. Apalagi kita tahu bahwa hal tersebut akan memancing kemarahannya. Maka ritme pembicaraan harus diatur agar tidak kaku. Apabila sudah terjalin kondisi yang nyaman, maka kita dakwahkan sedikit demi sedikit dari nikmat yang telah kita ketahui dari sunnah ini.
Pemateri : Ustadz Muhammad Halid Syar’ie, Lc حَفِظَهُ اللهُ
