Sat. Jun 6th, 2026

Hidayah Hanya Milik Allah

1 min read

Telah hidup dua orang manusia. Yang pertama adalah Abu Thalib yang tinggal di Makkah bersama Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan sangat mengenal Nabi. Kemudian yang kedua adalah seorang lelaki bernama Salman Al-Farisi, seorang Majusi yang dipingit di rumah oleh ayahnya, ia dilarang keluar rumah agar tidak terkontaminasi pemikiran luar yang bertentangan dengan ajaran Majusi.

Secara logika, Abu Thalib seharusnya lebih mudah masuk Islam. Beliau adalah paman Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, paling mengenal Rasulullah dan ajarannya. Nabi telah menasihati Abu Thalib hingga ia menyadari sebaik-baik agama adalah agama yang dibawa olehnya shalallahu ‘alaihi wasallam . Semuanya adalah faktor-faktor yang secara logika harusnya menjadikan Abu Thalib menerima hidayah Islam. Namun hal yang terjadi justru sebaliknya.

Salman Al-Farisi yang tadinya dipingit dengan perintah menjaga api majusi, sekali keluar dari rumah langsung menemukan gereja dan mengatakan agama tersebut lebih baik dari agamanya, sampai ia ke Negri Syam dan negeri-negeri lain untuk belajar dari satu pendeta ke pendeta yang lainnya, hingga nasihat dari pendeta terakhir yang menjadi gurunya agar ia mendatangi satu kota berbatu dan banyak pohon kurma. Perjalanan panjang beliau lakukan hingga sempat ditipu dan menjadi budak,seterusnya hingga akhirnya beliau mendapatkan hidayah, hidup dan wafat sebagai seorang muslim.

Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita, agar sebelum mengandalkan kekuatan yang kita punya, berdoalah kepada Allah terutama di waktu yang istijabah, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah bagi kita dan orang-orang yang kita cintai, sebab hidayah hanya milik Allah.

Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ

Editor : Team Syiar Tauhid Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *