Pentingnya Ilmu Parenting Bagi Seorang Ayah
2 min read
Pertanyaan :
Izin bertanya, seberapa penting dunia parenting bagi seorang suami atau seorang ayah dalam membangun keharmonisan rumah tangga? Karena kebanyakan suami sekarang hanya peduli dengan mencari nafkah saja. Bagaimana pandangan Islam menanggapi hal ini, Ustadz?
Jawaban :
Kalau kita bercerita tentang kehidupan para Nabi dan Rasul, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak hanya menceritakan tentang dakwah mereka. Tapi Allah juga menceritakan bagaimana mereka membangun rumah tangganya. Di antara perhatian orang tua kepada anak adalah dengan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh banyak doa yang Allah ceritakan keluar dari lisan para Nabi.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25] : 74)
Begitu pula doa Nabi Allah Ibrahim:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.” (QS. Ash-Shaffat [37] : 100)
Begitu juga doa Nabi Zakaria:
فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
“Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridai.” (QS. Maryam [19] : 5-6)
Hal ini menunjukkan di antara tindakan parenting dari para Nabi adalah dengan meminta langsung kepada Pemilik hati si anak, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian didikan juga berpengaruh besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan kisah kesedihan Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam ketika kehilangan anaknya Yusuf. Belum usai kesedihan, disusul pula dengan ditangkapnya saudara Nabi Yusuf atas tuduhan mencuri. Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam berkata kepada anak-anaknya yang lain, “Wahai anak-anakku, carilah saudaramu dan jangan engkau berputus asa dari rahmat Allah”. Dalam keadaan beliau sedih dan sedang mendapat ujian, yang keluar dari lisan beliau adalah ajakan untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Menunjukkan contoh didikan yang agung dari seorang Nabi kepada anak-anaknya.
Menafkahi itu hukumnya wajib, sehingga berdosa jika ditinggalkan. Namun, tidak membekali anak dengan pengajaran agama dosanya lebih besar. Namun sayangnya, banyak yang menyalahkan orang tua yang tidak mampu memberikan fasilitas yang layak bagi anaknya, namun sedikit sekali yang memandang salah orang tua yang tidak perhatian dalam urusan agama anak-anaknya. Padahal, bekal agama itu lebih wajib melebihi kewajiban memenuhi bekal hidup sehari-hari dari perkara duniawi.
Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ
Editor : Team Syiar Tauhid Aceh
