Pondasi Utama Dari Amalan Salih
1 min read
Nabi ‘alaihisshalatu wassalam memberikan cara bagaimana seseorang itu bisa masuk ke dalam surga. Cara yang pertama kali Nabi ‘alaihisshalatu wassalam katakan yaitu:
تَعْبُدُ اللَّهَ وَلا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari)
Cara pertama ini adalah asal dan landasan dari segala amalan salih. Itulah yang disebut dengan tauhid kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena seluruh ibadah yang dikerjakan oleh seorang hamba tanpa dibangun di atas pondasi yang pertama ini akan tertolak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
“Dan kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan [25] : 23)
Kenapa bisa demikian? Karena mereka tidak membangun ibadah yang mereka kerjakan kepada Allah di atas pondasi yang utama, yaitu mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla. Makanya ketika nabi menyebutkan tentang beribadah pada hadis di atas, tidak beliau cukupkan dengan kalimat ibadah saja, akan tetapi beliau menambahkan dengan perintah agar kita tidak menyekutukan Allah dengan suatu apa pun. Hal ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa seorang hamba diwajibkan untuk mempelajari apa itu syirik dan apa saja jeratan yang bisa menjerumuskannya ke dalam kesyirikan. Kewajiban mempelajari hal tersebut sebagaimana kewajiban seorang hamba untuk mempelajari apa itu tauhid. Hal ini sangat penting terutama di zaman kita yang mana kesyirikan itu telah merajalela dimana-mana dengan kemasan yang indah-indah. Sehingga banyak orang tertipu dengan amalan-amalan yang mereka sangka dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah, ternyata itu adalah amalan kesyirikan.
Pemateri : Ustadz Ahmad Abu Abdillah حَفِظَهُ اللهُ
