Cara Ampuh Mempertahankan Hidayah
2 min read
Pertanyaan:
Ustadz, adakalanya di zaman ini iman begitu mudah tergoyah dengan fitnah-fitnah yang ada. Bagaimana cara ampuh mempertahankan hidayah, khususnya bagi pemuda-pemuda yang kadang masih suka labil dalam hidupnya? Jazakumullahu khairan.
Jawaban:
Masyaallah, pertanyaan yang sangat bagus wahai saudara kami yang kami cintai karena Allah. Para ulama memang menyebutkan dalam ushul iman, landasan-landasan akidah bahwa iman itu memang bisa bertambah maupun berkurang. Bahkan ketika berkurang, iman itu bisa sampai ke titik di mana seseorang tidak memilikinya lagi sedikit pun sehingga dia mati dalam keadaan kafir tanpa iman sama sekali.
Maka iman itu bisa hilang sedikit atau banyak hingga tidak tersisa sedikit pun. Maka jangan remehkan ketika iman itu sedang berkurang, kemudian dengan beralasan iman yang turun juga akan naik lagi dengan sendirinya. Ya Akhi, iman yang sedang turun itu harus dinaikkan. Adapun cara menaikkan iman adalah dengan berdoa kepada Allah Jalla wa ‘Ala dan juga beribadah.
Para ulama ketika mengatakan iman itu dapat bertambah maupun berkurang, mereka sebutkan bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang karena kemaksiatan. Maka ini jawaban yang sangat simpel namun mencukupi.
Berarti kalau ingin iman bertambah, maka tingkatkan ibadah kita. Kalimat ibadah di sini mencakup semua ibadah, baik itu ibadah hati maupun ibadah jasmani; berdoa kepada Allah, menjaga salat yang wajib maupun yang sunah, kemudian menjaga puasa yang wajib dan juga semampunya menjalankan puasa-puasa yang sunah, dan ibadah-ibadah lainnya merupakan sumber bertambahnya iman.
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:
لا يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ الله
“Hendaklah lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Kemudian lingkungan juga sangat berpengaruh. Rata-rata anak muda hari ini, setelah sebab-sebab utama yang lainnya, mereka hilang sebagian imannya atau futur dikarenakan lingkungan. Bahkan na’udzubillahi min dzalik, sebagian mereka ada yang sampai menyimpang syahwatnya dalam keadaan dia sudah pernah mengenal apa itu tauhid dan sunah, setelah itu bisa-bisanya dia lebih tertarik kepada laki-laki daripada wanita karena sebab pergaulan.
Pergaulan hari ini pun tidak hanya terjadi di dunia nyata, bahkan pergaulan online hari ini tidak kalah bahayanya daripada pergaulan offline. Bahkan sebagian anak yang jarang keluar dari rumahnya, terkenal sebagai anak yang pendiam tetapi melakukan penyimpangan-penyimpangan yang lebih berbahaya daripada yang dilakukan anak-anak yang lebih sering berada di luar rumahnya karena HP yang ada di tangannya.
Pergaulan ya Akhi, sangat berpengaruh. Banyak ayat dan hadis yang bercerita tentang pengaruh teman duduk sehari-hari, saya kira itu merupakan sesuatu yang telah kita maklumi bersama.
Wallahu ta’ala a’lam bishawwab, wal ‘ilmu ‘indallah.
Nas’alullaha salamatan wal ‘afiyah.
Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ
