Di antara Doa-Doa Rasulullah (2)

Yuk Share

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَّمَهَا هَذَا اَلدُّعَاءَ: ( اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ مِنْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا ) أَخْرَجَهُ اِبْنُ مَاجَهْ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

“Dari ‘Aisyah radhiallaahu’anha bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa kepadanya: ‘Ya Allah aku memohon kepada-Mu dari segala kebaikan baik yang cepat maupun lambat, apa yang aku ketahui dan apa yang belum aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan baik yang cepat maupun yang lambat, apa yang aku ketahui dan apa yang belum aku ketahui. Ya Allah aku memohon kepada-Mu dari kebaikan seperti yang dimohon hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang dapat mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun amalan. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang dapat mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun amalan. Dan aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap keputusan yang Engkau putuskan kepadaku itu baik untukku’.” (Riwayat Ibnu Majah, hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim).

Doa di atas menunjukkan betapa perhatiannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada keluarga beliau. Meskipun sibuk untuk mengurusi umat, beliau tidak meninggalkan persoalan membimbing dan memberikan pendidikan yang baik kepada keluarga berupa doa yang beliau ajarkan.

Di antara doa tersebut ialah,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang dapat mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun amalan.”

Doa ini menunjukkan bahwasanya ucapan dan amalan yang baik merupakan taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ucapan maupun amalan yang baik semuanya akan mengantarkan seseorang kepada surga. Makanya di dalam firman Allah yang sangat sering kita dengar ketika khutbatul hajah yang diucapkan oleh Rasulullah adalah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. al-Ahzab [33]: 70)

Di dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq‘alai, al-Bukhari, No. 6018; Muslim, No.47)

Ini semuanya perintah Allah dan Rasul karena ucapan bisa menyeret seseorang ke dalam neraka dan dengan ucapan pula seseorang bisa mendekatkan diri kepada surga.

كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى اَلرَّحْمَنِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اَللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي اَلْمِيزَانِ سُبْحَانَ اَللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اَللَّهِ اَلْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang disenangi Maha Pengasih ringan untuk diucapkan dan berat dalam timbangan ialah Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya dan Mahasuci Allah yang Maha Agung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

(Faedah dari kajian oleh Ustadz Adam Abu Rifki)

Yuk Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk Share
Yuk Share