Sun. Apr 19th, 2026

Ringkasan Amalan Jama’ah Haji

2 min read

RINGKASAN AMALAN JAMA’AH HAJI
Oleh: Al Ustadz Farhan Abu Furaihan

1. 8 Dzulhijjah

Berihram dari tempat tinggalnya, kemudian Pergi ke Mina sebelum Zhuhur.

Shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh di Mina dan Mabit /bermalam disana (Mina). Dan mengqoshor sholat yang 4 raka’at menjadi dua rakaat namun tanpa dijama’.

Penting:
A). Bagi setiap Jama’ah yang melewati Miqot baik lewat darat atau udara, Wajib atasnya untuk berihram ketika melewatinya.

B). Bagi Jama’ah Haji Indonesia Wajib Ihram di atas pesawat ketika melewati miqot yalamlam.

Tidak di benarkan bagi mereka untuk berihram di jeddah.

Jika mereka sampai di jeddah dalam keadaan belum ihram ketika melewati yalamlam, maka dia harus kembali ke yalamlam untuk ihram. Jika tidak, maka dia harus bayar dam satu ekor kambing. Ia berikan untuk Fakir-Miskin Mekkah.

Fatwa yang membolehkan Jamaah Haji Indonesia untuk ihram di mekkah,
Adalah Fatwa yang menyimpang, bertentangan dengan hadits-hadist yang Shahih dan kesepakatan Ulama Islam yang diantaranya empat Imam Mazhab.

Ulama Islam yang di dalamnya Imam Empat Mazhab telah sepakat bahwa bagi siapa yang melewati suatu miqot dengan tujuan Haji dan Umrah, maka wajib atasnya untuk ihram di miqot tersebut.

2. 9 Dzulhijjah

Setelah terbit matahari pergi dari Mina ke ‘Arafah.

Sholat Zhuhur dan Ashar, dijama’ taqdim dan diqoshor dengan dengan satu adzan dan dua iqomah.

Berdiam (wuquf, tidak mesti hanya berdiri) di Arafah sambil memperbanyak dzikir dan do’a sampai terbenamnya matahari.

Jika Matahari telah terbenam, maka pergi ke Muzdalifah untuk bermalam di sana. Lalu melakukan sholat Maghrib dan Isya’ dijama’ dan di qoshor. Kemudian bermalam di Muzdalifah dan sholat Shubuh di sana.

3. 10 Dzulhijjah

Pergi/balik ke Mina lagi sebelum terbit matahari.

Yang di lakukan di Mina pada hari tersebut adalah:
1. Melempar jamroh ‘aqobah,
2. Menyembelih hadyu,
3. Memendekkan atau mencukur rambut.

Kemudian turun ke mekkah/Masjidil Haram melakukan thawaf ifadhah dan sa’yu. Setelah itu kembali lagi untuk mabit di Mina.

4. 11 Dzulhijjah

Jika matahari telah tergelincir, maka melempar tiga jamrah, dimulai dari jamroh sughro (yang terletak di samping masjid AlKhaif), lalu jamroh wustho, kemudian jamroh kubro (yang dikenal dengan jamroh ‘aqobah). Kemudian Kembali mabit di Mina.

5. 12 Dzulhijjah
Melakukan amalan yang sama dengan tanggal 11 Dzulhijjah.

Kembali mabit di Mina, kecuali bagi yang telah berniat untuk bersegera mengakhiri amalan hajinya (mengambil nafar awwal), hendaklah melakukan thawaf wada’ (thawaf terakhir sebelum meninggalkan mekkah).

6. 13 Dzulhijjah

Melakukan amalan yang sama dengan amalan yang ia lakukan pada hari ke 11 dan 12 Dzulhijjah lalu melakukan thawaf wada’.

Lihat:
Kitab-kitab fiqih seperti Al- Mugni, Al- Majmu’, istizkar, At- Tamhid, Fataawa Lajnah Daimah, dll.

Semoga Bermanfaat.

“Semoga yang belum pernah melaksanakan ibadah Haji, agar di mudahkan Allah untuk melaksanakannya di tahun kemudian.”

Baarokallahufiik.

Ditulis oleh:
Abu Furaihan Farhan Bin Ramli Ahmad -hafizhahullah


SYIAR TAUHID ACEH 96,1 FM | SAHABAT BERBAGI ILMU ISLAM

📱Instagram: www.instagram.com/radiosyiartauhidaceh/
📱Facebook: www.facebook.com/syiartauhidaceh/
📱Grup Whatsapp: 082360005322
📱Pin BBM: D9CF8230
📱Telegram: http://t.me/syiartauhidaceh
🌍 Website: www.syiartauhidaceh.com


Bantu Dakwah Melalui Radio Syiar Tauhid Aceh
Donasi: BNI Syariah (Kode 009)
No. Rekening: 49.71.80.00.04 (An. Yayasan Syiar Tauhid Banda Aceh)
Konfirmasi: 082360005322

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *