Akibat Suka Pamer Sesuatu Yang Dimiliki
1 min read
Ketika Nabi Yusuf menceritakan kepada Nabi Ya’qub bahwa ia telah melihat bulan dan bintang sujud kepadanya di dalam mimpinya, Nabi Ya’qub menanggapi:
يٰبُنَيَّ لا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan membuat tipu daya yang sungguh-sungguh kepadamu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas bagi manusia.” (QS. Yūsuf [12] : 5)
Kisah di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa di antara hal yang bisa mengurangi mudharat adalah tidak terlalu memamerkan apa yang dimiliki. Karena ketika kita terlalu memamerkan apa yang kita miliki, orang-orang yang hasad akan semakin hasad dan akan berusaha mencari segala cara untuk menghancurkan kita. Jangan sampai kita menjadi pembuka pintu-pintu kejelekan.
Membuka pintu-pintu kejelekan bukanlah akhlak seorang muslim. Akhlak seorang muslim adalah senantiasa berupaya membuka pintu-pintu kebaikan. Oleh karenanya, kelebihan yang kita miliki jangan terlalu suka kita ceritakan untuk menghindari hasad yang timbul di hati manusia. Begitu juga kekurangan yang kita miliki jangan sembarangan kita ceritakan kepada manusia karena musuh-musuh kita akan tertawa bahagia dan merendahkan kita. Maka ketika kita memiliki kekurangan, cukup adukan kepada Allah, begitu pun ketika diberi kelebihan maka kita bersyukur kepada-Nya.
Pemateri : Ustadz Harits Abu Naufal حَفِظَهُ اللهُ
