Jangan Bersedih Ketika Kita Dighibahi Dan Dizalimi
1 min read
Apabila ada orang yang menzalimi atau membicarakan kita dari belakang dan kita tidak mampu membalas mereka, dan memang tidak sepatutnya kita membalas keburukan dengan keburukan, maka ada sebuah kisah yang dapat menjadi pelajaran bagi kita. Kisah yang sekaligus memperlihatkan kepada kita betapa mulianya akhlak seorang ulama.
Suatu ketika, pernah datang seorang lelaki kepada Al-Imam Asy-Sya’bi -rahimahullah-. Ketika itu, lelaki tersebut datang untuk mencela dan memaki Imam Asy-Sya’bi -rahimahullah-. Namun ketika itu pula Imam Asy-Sya’bi menjawab dengan simpel:
“Jika aku seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuniku. Namun jika aku tidak seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampunimu.” (Adab Ad Duniya wa Ad Din, hal. 216, karya Imam Al Mawardi)
Baca Juga :
- Masih Enggan Bersedekah?
- Kunci Hidup Bahagia
- Tolok Ukur Kemuliaan Bukan dari Garis Keturunannya
- Ancaman Bagi Mereka Yang Menceritakan Dosa
Subhanahallah, masyaallah. Ingatlah bahwa apapun yang kita perbuat, ada hitung-hitungannya di sisi Allah. Ketika kita dighibahi atau dizalimi sedangkan kita tidak mampu membalasnya, jangan bersedih. Kita punya Allah ‘Azza wa Jalla yang akan menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya nanti di hari kiamat.
Pemateri : Ustadz Ahmad Abu Abdillah حَفِظَهُ اللهُ
