Apakah Kaidah Menggunakan Perkara yang Lebih Ringan dari Dua Mudharat harus Dalam Kondisi yang Darurat?

Share Yuk!!!

Pemateri : Syaikh Prof. Dr. Adil bin Muhammad As-Subai’iy
Penterjemah : Ustadz Imam Abu Abdillah

Tanya:

Apakah merealisasikan kaidah menggunakan perkara yang lebih ringan dari dua mudharat yang ada harus terjadi dalam kondisi yang sangat-sangat darurat sekali ataukah tidak?

Jawab:

Pertanyaan ini juga sama dengan pertanyaan sebelumnya, pertanyaan yang khusus didiskusikan oleh para ulama dan para penuntut ilmu yang mereka itu intensif belajar ilmu agama. Namun ada sebuah jawaban yang singkat barangkali saya sampaikan di sini bahwa kaidah mengambil yang lebih ringan dari dua bahaya, ini adalah kaidah yang masuk dalam semua perkara agama, ini adalah kaidah yang diterapkan di dalam semua perkara agama.

Dan aku melihat sebagian dari saudara-saudaraku, mereka itu bertanya sesuatu yang sebenarnya porsinya itu dibutuhkan sesuatu yang lebih besar. Oleh karena itu coba bertanyalah sesuatu yang memberikan faedah kepada kalian, pertanyaan yang memberikan manfaat kepada kalian, pertanyaan yang itu akan memberikan kebaikan kepada kalian saat ini. Karena aku melihat kebanyakan pertanyaan itu, pertanyaan yang lebih atau di luar dari sesuatu yang dibutuhkan saat ini. Ini nasihat dariku, karena di antara kebaikan keislaman seseorang, dia meninggalkan apa yang tidak ada faedahnya.

Lihat Artikel Lain:

Bantu Dakwah Sunnah di Serambi Mekkah. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan katsiran.

Share Yuk!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares