Fri. Feb 23rd, 2024

Jangan Terlalu Sering Nongkrong

2 min read

Nasihat untuk kita semuanya, kalau bisa, dengan teman-teman pengajian Sunnah sekalipun di zaman fitnah ini, jangan terlalu sering jumpa. Bukan berarti tidak boleh berjumpa sama sekali, namun frekuensinya yang disesuaikan agar tidak terlalu sering. Kenapa? Karena kita berada di zaman fitnah. Kalau kita sudah duduk lebih dari satu jam, betapa sering kita jatuh ke ghibah.

Betapa sering pertemuan itu berawal dari tajuk “Ngopi Sunnah”, ngopi bersama kawan-kawan pengajian Sunnah. Namun setengah jam lebih, sudah mulai jatuh ke ghibah, gosip, membicarakan seorang akhwat maupun ikhwan. Demikianlah yang terjadi di zaman fitnah.

Bahkan bukan hanya di zaman kita ini. Di zaman Abdullah Ibnu Mubarrak (118-181H), beliau termasuk dikritik rekan-rekannya karena jarang duduk bersama mereka. Sampai suatu ketika ditanyakan kepadanya, “Kenapa engkau jarang bergabung dengan kami, tidakkah engkau merasa kesepian?” Apa jawaban beliau? Beliau menjawab, “Bagaimana aku bisa merasa kesepian, sementara aku bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat beliau?” Beliau duduk di rumah mengkaji dan merenungi hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Seseorang bisa duduk setiap pagi di warung kopi lebih dari satu jam, sore satu jam lagi, begitu pun malam satu jam lagi. Lantas kapan dia belajar? Kapan pula ia mencari nafkah, serta kapan pula ia bercengkrama dengan anak beserta istrinya, tertawa bersama menghibur keluarganya?

Maka jagalah pertemuan bersama teman itu agar sesuai batasnya. Usahakan tidak banyak bergaul kecuali yang kita ketahui pergaulan tersebut bermanfaat dan insyaallah terjaga dari hal-hal yang dilarang agama. Andaikata pun kita bergaul dan duduk-duduk dengan sahabat-sahabat di luar rumah, maka pilihlah orang-orang terbaik dari orang-orang yang baik.

Pemateri : Ustadz Farhan Abu Furaihan حَفِظَهُ اللهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *